Dishub Kota Pasuruan Tertibkan Juru Parkir

Dishub Kota Pasuruan saat menertibkan beberapa juru parkir. SP/Ris

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan– Sulit untuk membedakan mana juru parkir resmi dan juru parkir (jukir) liar di jalan-jalan di Kota Pasuruan. Sebab, banyak jukir liar yang memakai seragam dinas. Sebaliknya, tidak sedikit jukir resmi yang melepas seragamnya ketika bertugas. Kondisi tersebut sering dijumpai petugas saat operasi penertiban selama tiga hari, Rabu-Jumat (6-8/4/2022). Operasi tersebut dilakukan Dinas Perhubungan Kota Pasuruan untuk memantau perparkiran di 83 titik parkir yang tersebar.

“Karena kami punya 112 tenaga juru parkir resmi menjadi binaan Dishub. Jadi kami memantaunya,” kata Kasi Perparkiran di Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Dedy Andhika.

Ia mengatakan, pemantauan dilakukan secara rutin terhadap ratusan juru parkir tersebut. Untuk memastikan mereka tetap bertugas sesuai dengan aturan. Dan yang paling penting, mereka harus mengenakan seragam. Sebab, itu menjadi identitas mereka sebagai juru parkir binaan.

Dedy sendiri tak memungkiri, belum semua jukir binaan tertib. Misalnya saja, masih ada jukir yang tidak berseragam saat bertugas. Pihaknya mendapati enam jukir yang melepas seragamnya.

“Ada di sepanjang Jalan Slagah dan Wachid Hasyim, enam juru parkir kami beri teguran karena tidak menggunakan seragamnya,” kata Dedy.

Padahal, itu sudah sering disampaikan ketika pembinaan terhadap jukir setiap pekan. Di sisi Mereka justru berseragam. Petugas mendapatinya di dua lokasi berbeda. Yaitu, di sekitar Pasar Karangketug dan Jalan Veteran.

“Kami langsung menyita seragam mereka karena memang bukan jukir resmi,” ungkap Dedy.

Ia mengatakan, jukir liar yang berseragam justru membuat pengguna jalan mengira mereka jukir resmi. Yang dikhawatirkan, ketika terjadi masalah yang merugikan pengguna jalan. Karena yang menjadi sasaran justru jukir resmi. Misalnya ketika ada pungutan lain, pihaknya juga mendapati jukir liar yang menyaru sebagai jukir resmi.

“Ini yang kemudian sering membuat masyarakat sulit membedakan. Makanya setiap kali ada operasi langsung kami sita seragamnya karena mereka bukan jukir resmi,” kata Dedy. ris