Dispendik Jatim Bekerjasama dengan Undika Dorong Guru Belajar Animaker

Pelatihan Animaker berlangsung melalui Google Meet .SP/PATRIK CAHYO

SURABAYAPAGI, Surabaya – Pandemi Covid-19 memberikan perubahan yang sangat signifikan untuk tetap berkreasi dan menciptakan terobosan dalam bidang pendidikan, utamanya para pendidik seperti guru.

Kasubag Penyelenggara Tugas Pembantuan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Eka Ananda, SH., M.Si mendorong para guru mengembangkan keterampilan proses mengajar di masa pandemi. Dalam mensupport keterampilan tersebut, pemerintah provinsi bekerjasama dengan Universitas Dinamika untuk mengajarkan Animaker pada ratusan guru.

“Kami bekerjasama dengan Undika atau Stikom Surabaya agar guru-guru bisa belajar dan praktik langsung menggunakan Animaker,” kata Eka Ananda saat pelatihan Animaker berlangsung melalui Google Meet.

Pelatihan Animaker ini juga bertujuan memotivasi para guru agar tidak pasrah begitu saja menghadapi masa pandemi Covid-19. Sehingga proses kegiatan mengajar tidak monoton melalui chatting WhatsApp, Youtube, menggunakan PPT atau Word dan sejenisnya.

Eka Ananda menilai selama masa pandemi ini masih banyak guru yang belum mengoptimalkan pembelajaran. Sedangkan kondisi yang mengharuskan mengganti metode belajar baru, yakni melalui daring.

“Jadi dibutuhkan  kreativitas dan inovasi dari sosok guru, kita tidak perlu menunggu masa pandemi ini berakhir, kita harusnya berlari berinovasi, dan berkreativitas untuk selalu memberikan yang terbaik untuk siswa-siswi,” katanya.

Ia berharap dengan berlatih menggunakan media pembelajaran animasi ini para guru bisa membuat proses belajar semakin menarik, mudah dan jelas untuk disampaikan ke pelajar. Hal-hal ini harus dioptimalkan, karena setelah pandemi ini Disnpendik Jatim kemungkinan akan menggabungkan sistem pendidikan, atau blandend learning, jadi menggabungkan sistem pembelajaran online dan offline.

Disamping itu, Dosen Sistem Informasi Universitas Dinamika (Stikom Surabaya), Tri Sagirani, S.Kom., M.MT. menyampaikan animaker ini sangat mudah dipelajari. Selain itu, pengguna tidak perlu download aplikasi untuk membuat animasi pembelajaran, tapi langsung ke laman web Animaker.

“Para guru tidak perlu khawatir Ram tidak cukup, karena tidak perlu instal aplikasi. Namun kita harus selalu tersambung dengan jaringan internet,”ujarnya.

Selain model pembelajaran yang menarik, Tri menjelaskan hal penting dari animaker selain tentang pembelajaran aplikasi adalah adanya feedback yang diberikan. Dengan kata lain, peserta didik dapat menyampaikan sulit tidaknya dalam memahami materi yang diterima. Pat