Disperindag dan Kapolres Blitar Kota Sidak Distributor Migor

Kapolres Blitar Kota Argowiyono bersama Kadiseperindag saat sidak di salah satu distributor minyak goreng. SP/Hadi Lestariono

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Jelang bulan puasa beberapa waktu lagi, Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono SH S.IK M.Si  melakukan sidak bersama Disperindag Kota Blitar Jum’at (1/4-22)  siang  pukul 13.45  di beberapa distributor migor guna memantau kelancaran peredaran dan penjualan migor jenis curah pada masyarakat khususnya di dalam Kota Blitar.

Tampak orang nomor satu di Polres Blitar Kota ini langsung menuju ke gudang gudang distributor migor bersama Hakim Sisworo selaku Kadin Disperindag Kota Blitar didampingi Forkopimcam Kec Sukorejo melihat langsung keberadaan penyimpanan migor curah. Kebetulan hari ini (Jumat 1 April) wilayah kota Blitar ada beberapa distributor migor menerima 180 drop migor, bersamaan itu,  tampak warga masyarakat juga antre dengan tertib di beberapa distributor migor, seperti di dua toko distributor migor di Jalan Merdeka Barat yang di sidak AKBP Argowiyono. 

"Untuk hadapi bulan yang suci ini, persiapan kebutuhan minyak goreng kepada masyarakat telah terpenuhi bahkan dua bulan kedepannya, sehingga kebutuhan utama masyarakat masalah migor Insya Allah terpenuhi dan harganyapun terjangkau," kata AKBP Argowiyono didampingi Kasat Reskrim AKP Momon Suwito dan Kasat Lantas AKP Mulyo, Kapolsek dan Danramil Sukorejo.

Untuk diketahui harga migor curah dari distributor per liternya di jual seharga Rp 14.000,- sedang di toko toko dijual dengan harga Rp 14.400,- hal itu disampaikan Hakim Sisworo dalam keterangannya pada wartawan.

"Memang dari distributor migor seharga Rp 14.000, dan di toko toko di jual seharga Rp 14.300 sampai Rp 14.400,- hal itu saya rasa lumrah, dan hari ini kita mendapatkan 180 drop migor curah, hal ini akan berlangsung sehingga kebutuhan masyarakat jelang puasa sampai beberapa bulan kedepannya tercukupi, dan masyarakat memang ada pembatasan pembelian migor sampai 5 liter setiap pembeli," terang Hakim Susworo.

Dan setiap distributor migor ada label khusus berupa spanduk sebagai distributor minyak goreng yang harus di tèmpèl ditokonya sehingga terbaca oleh warga masyarakat.

Disisi lain Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono menyikapi dalam bulan puasa nanti tentang situasi kamtibmas termasuk cara cara tradisi gugah sahur. Menjawab pertanyaan wartawan, AKBP Argowiyono  menghimbau kepada warga masyarakat untuk tidak membunyikan petasan, juga diharap tidak melakukan giat gugah sahur apa lagi gunakan sound.

 

"Ayo kita menghargai masyarakat yang menjalankan ibadah puasa agar khusyu dalam ibadah puasa, sekaligus juga kami himbau kepada warga masyarakat untuk budaya gugah sahur yang santun tanpa hiruk pikuk, apalagi gunakan bunyi bunyian (musik), mari kita hargai masyarakat yang lain, termasuk himbauan pemerintah untuk sholat tetap laksanakan prokes," pesan Kapolres Blitar Kota akhiri sidaknya. Les