Disperindag Sulap Tiga Pasar Jadi Pasar Sehat dan Berteknologi Informasi

Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah saat dikonfirmasi terkait pasar sehat.SP/Dwi Agus Susanti

 

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto bakal menyulap tiga pasar di Kabupaten Mojokerto untuk dijadikan percontohan pasar sehat dan pasar berteknologi Informasi. Diantaranya, Pasar Raya dan Pasar Niaga Mojosari serta Pasar Kedungmaling Kecamatan Sooko.

Plt. Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah mengatakan terdapat 10 pasar yang saat ini dikelola oleh Pemkab Mojokerto. Dan rata-rata kondisinya kurang representatif.

"Karena tahun ini tidak ada anggaran untuk revitalisasi pasar tradisional, makanya kita memanfaatkan Dana Insentif Daerah (DID) untuk melakukan penataan pasar sehat dan berteknologi IT," jelasnya saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (8/10/2021) siang.

Asisten Administrasi Umum Setdakab Mojokerto ini menyebut untuk menjadikan pasar sehat, pihaknya akan melakukan penataan lapak pasar, membenahi IPAL dan menata tempat pembuangan sementara (TPS) pasar. Ini agar kedepan pasar tersebut bisa menjadi pasar yang bersih dan terbebas dari kesan kumuh serta bau.

"Intinya kita ingin membuat pedagang dan pembeli di pasar merasa nyaman. Karena jika tidak, tak hanya pembeli yang malas datang tapi pedagang pun juga bisa hengkang dari pasar karena sepi pembeli," tegasnya.

Masih kata Iwan, selain menata pasar menuju sehat, pihaknya juga memasang jaringan wifi yang bisa diakses oleh penghuni pasar. Rencana ini untuk mematangkan program berjuluk SINERGI SMART yakni Sistem Informasi Pendataan Elektronik Perdagangan Industri dan Swa Market Place yang akan dilaunching akhir tahun oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.

"Aplikasi ini nantinya akan memuat data perdagangan dan industri di Kabupaten Mojokerto serta ada platform marketplace sebagai perantara antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi produk secara online," tegasnya.

Ia berharap platform ini nantinya, dapat memberdayakan pelaku UKM dan IKM yang menjadi binaan dinasnya. Karena kondisi pandemi, jual beli secara online menjadi tren ketimbang jual beli secara langsung di pasar.

"Ini yang kita tangkap, sehingga nantinya produk yang dijual di pasar tradisional dan produk UKM serta IKM Kabupaten Mojokerto bisa dibeli secara online di market place yang kita sediakan," tukasnya. Dwi