Ditemukan Covid-19 dalam Sperma Pria

Ilustrasi karikatur

Dr. Christrijogo, Akui Virus Covid-19 dalam Sperma Bisa Menyebar Secara Seksual

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kelompok Riset dari Profesor Nidom Foundation (PNF) bekerja sama dengan Program Studi Spesialis Andrologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo, menemukan adanya virus covid-19 dalam sperma para penyitas covid-19 di Indonesia.

Penemuan tersebut telah ditulis dan dipublish dalam jurnal internasional medRxiv pada 11 Oktober 2021, dengan judul "Novel Investigation of SARS-CoV-2 in COVID-19 Survivors’ Semen in Surabaya, Indonesia".

Penelitian tersebut dilakukan selama kurang lebih 5 bulan terhitung sejak November 2020 hingga Maret 2021. Adapun relawan yang diikutsertakan sebanyak 34 orang penyitas covid-19 berjenis kelamin laki-laki, dengan rentan usia 20 tahun hingga 50 tahun.

Lebih lanjut melalui akun youtube PNF, salah satu peneliti dari PNF, Astria Novitasari Nidom menjelaskan, pelacakan terhadap relawan dibagi dalam beberapa kategori, yakni tanpa gejala 14 orang (41,18 persen); sindrom mirip flu (demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan) 10 orang (29,41 persen); anosmia ringan 8 orang (23,53 persen); sesak napas sedang 3 orang (8,82 persen); dan pneumonia pada rontgen dada 3 orang (8,82 persen); serta masing-masing satu orang (2,94 persen) untuk hypogeusia, insomnia dan orchitis.

Setelah dilakukan rangkaian kegiatan penelitian mulai dari preparasi sperma, swab nasofaring, dan pembacaan pada mesin PCR serta  interpretasi hasil, kata Astria, disimpulkan relawan yang dijumpai memiliki covid-19 dalam spermanya sebanyak 2,94 persen.

Sedangkan relawan yang tidak terdapat virus covid-19 sebanyak 79,41 persen dan sisanya, sebanyak 17,64 persen, inkonklusif atau belum bisa disimpulkan.

"Hal ini sangat menarik karena virus covid-19 ditemukan pada pria yang tanpa gejala," kata Astria dinukil Surabaya Pagi dari akun You Tube Prof. Nidom Foundation Channel, Senin (08/11/2021).

Terkait tingginya angka inkonklusif tersebut, ia menduga disebabkan karena adanya faktor teknis, karena varian virus Covid-19 berbeda dengan virus saat dilakukan swab. Keseluruhan inkonklusif itu disebutnya terjadi pada pria yang saat terinfeksi mempunyai gejala ringan seperti anosmia dan hypoqusia.

Kendati ditemukan virus pada sperma penyitas covid-19, Astrid menjelaskan, perlu ada penelitian lebih lanjut khususnya berkaitan dengan apakah virus yang masuk tersebut melalui penularan yang lazimnya seperti saluran pernafasan atau mekanisme lain?

Mengingat penelitian tersebut merupakan penelitian pendahuluan dan diperlukan riset lanjutan guna menjawab, misalnya, mekanisme penularan virus dan apakah Covid-19 bisa menular melalui transeksual seperti HIV dan lainnya.

“Virus masuk ke dalam sel tubuh sangat bergantung dari aktivitas ACE2 receptor. Selanjutnya virus masuk ke sistem reproduksi pria dan akhirnya Covid-19 bisa ditemukan pada spermatozoa,” kata Astria menerangkan.

Terlepas dari hal tersebut, ia mengingatkan agar masyarakat selalu melakukan pencegahan covid-19 dengan disiplin protokol kesehatan, khususnya melakukan 5M seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

 

Masih Hidup

Terkait penelitian dari PNF dan Unair, mendapat respon dari Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP) Covid-19 Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) dr. Christrijogo Soemartono Waloejo dr., Sp.An., KAR.

Menurut dr. Christri, ditemukannya virus covid-19 dalam sperma para penyitas adalah sebuah keniscayaan. Karena ketika virus dapat berkembang di dalam tubuh manusia, maka virus tersebut masih hidup.

"Kalau sudah negatif tidak mungkin bisa berkembang mas, jadi kalau masih ada pasti terinfeksi baru, bukan yang bersembunyi dalam tubuh manusia," kata dr. Christri saat dihubungi Surabaya Pagi.

Saat dikonfirmasi apakah virus yang terdapat dalam sperma pria dapat menyebar secara seksual, ia sampaikan, potensi tersebut sangat mungkin terjadi.

"Pada awalnya memang belum pernah terlaporkan lewat seksual, namun pada perjalannya sudah ada yang melaporkan sudah ada di dalam saluran seksual mas. Kan sifatnya seperti HIV jadi, ya mungkin bisa ditularkan lewat seksual," aku dr. Christri.

 

Mirip HIV

Sebagai informasi, terkait kandungan sperma yang terinfeksi virus covid-19, sebelumnya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebelumnya sempat menyebutkan sifat infeksi covid-19 yang mirip dengan HIV.

Adalah Peneliti dan Ahli Bidang Reproduksi Taufiq P Nugraha, menjelaskan testis bisa mengandung SARS-CoV-2 karena infeksi virus bersifat viremia.

Viremia adalah virus berada dalam aliran darah. Oleh karenaya, kemungkinan virus bisa masuk ke dalam aliran darah menuju testis.

"Sesungguhnya testis memiliki lapisan penyaring, yaitu mekanisme blood testis barrier atau sertoli cell barrier. Tugasnya menjaga molekul asing  masuk ke dalam testis tapi mekanisme ini tidak kuat dan masih  memungkinkan virus masuk," kata Taufiq Nugraha.

Perlu diketahui, sebelum temuan virus covid-19 dalam sperma pria oleh tim peneliti PNF, penelitian serupa juga pernah dilakukan di China pada 2020 lalu. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open, pada 7 Mei 2020. Adapun sukarelawan yang dilibatkan adalah 38 pria di Shangqiu, Cina.

Berbeda dengan di Indonesia, di China sukarelawan yang dipilih adalah yang positif Covid-19 dan mengalami gejala sakit atau telah sembuh darinya. Para relawan kemudian diminta menyediakan sampel sperma lalu diperiksa oleh dokter apakah ditemukan virus corona tersebut.

Dari hasil analisis data, tim menemukan virus covid-19 dalam sampel milik enam orang atau 16 persen dari pasien yang diperiksa. Dari 6 pasien itu, 4 di antaranya masih sakit dan 2 baru saja dinyatakan sembuh Covid-19. sem,ana, you,rl