Donor Darah, Wakil DPRD Kota Surabaya AH. Thony Beri Apresiasi Atas Prestasi PMI Kota Surabaya

Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya AH. Thony saat melakukan donor darah di jalan Embong Ploso, Senin, (27/6). 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya AH. Thony mengapresiasi prestasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya dalam mengemban misi kemanusiaan, PMI terus melakukan tugas dengan optimal tanpa ada orientasi finansial. 

Kedatangan AH. Thony ke Unit Transfusi Darah PMI Kota Surabaya di jalan Embong Ploso dan disambut oleh Wakil Ketua 1 PMI Kota Surabaya Tri Siswanto. Selain memberikan apresiasi kepada PMI Kota Surabaya yang telah banyak berprestasi dan konsisten menjalankan misi sosial. AH Thony juga menyempatkan diri untuk mendonorkan darahnya. 

"PMI Kota Surabaya sukses menyabet banyak prestasi. Salah satunya dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai PMI dengan kualitas darah terbaik selama 3 dekade, " ungkap AH. Thony di kantor PMI Kota Surabaya di Jl. Embong Ploso, Senin (27/6). 

Selain itu, lanjut Thony, PMI Kota Surabaya juga menjadi PMI dengan kuantitas pendonor terbanyak dalam 3 dekade. Oleh Pemerintah Pusat, PMI Kota Surabaya juga ditunjuk untuk tempat uji kompetensi mengeluarkan sertifikat bagi pelaksana palang merah di Indonesia. 

PMI Kota Surabaya juga berada di lini terdepan perihal layanan kedaruratan. Ambulance disiagakan untuk keperluan darurat warga Surabaya atau layanan call center 112. Setidaknya, 20-30 musibah di jalan atau rumah-rumah warga tiap hari siap ditangani ambulance dari PMI Kota Surabaya. 

Dalam dua tahun terakhir selama pandemi, PMI Kota Surabaya sudah mengeluarkan 400.000 kantong darah dan 20.000 kantong plasma konvalesen. Dalam setahun, PMI Kota Surabaya memang mentarget memproduksi 200.000 kantong darah. Sebanyak 90 persen untuk warga Kota Surabaya dan 10 persen bagi warga di luar kota Surabaya yang membutuhkan. 

“Jumlah tersebut sangat besar. Belum lagi, PMI Kota Surabaya juga mengirim darah ke berbagai daerah untuk membantu yang membutuhkan. Bayangkan saja kalau peran PMI tidak bisa maksimal, bagaimana penanganan bagi mereka yang membutuhkan darah?,” kata Thony. 

Kedepannya AH. Thony akan mendorong Pemerintah kota Surabaya untuk memberikan dukungan kepada PMI Surabaya agar lebih mengembangkan perannya. 

Peran tersebut menjadi bukti bahwa PMI Kota Surabaya begitu berpartisipasi dalam melaksanakan misi kemanusiaan. “Sejujurnya, kedatangan dewan ke PMI adalah untuk meminta maaf. Saya, sebagai perwakilan lembaga maupun pribadi, layaknya kehabisan muka. Malu sekali saya. Karena diantara banyaknya prestasi dan peran PMI, justru kami sebagai pemerintah dan dewan tidak maksimal dalam memberikan bantuan,” kata AH. Thony. 

Sebab, diketahui Thony, sudah sejak lama tak ada bantuan dari Pemkot untuk PMI. Baik dari Anggaran P Belanja Daerah (APBD) atau dana lain. 

“Karena ada persepsi bahwa PMI mendapat bantuan pendanaan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial. Tapi nyatanya tidak ada. Jadi selama ini PMI Kota Surabaya bergerak sendiri tanpa bantuan pemerintah. PMI berdiri sendiri dan bergerak bersama orang-orang di luar sana yang punya hati untuk membantu,” ungkap Thony. 

Menurut Thony, Pemkot harus hadir untuk memberikan support pada PMI sebagai lembaga yang menjalankan misi kemanusiaan. Adanya support dari Pemkot bakal lebih memaksimalkan peran PMI. Tentu saja, pihak-pihak yang terbantu bakal lebih banyak. 

Sementara itu Tri Siswanto mengaku bahagia dengan kehadiran AH.Thony. Selain menunjukkan adanya atensi dari dewan, kedatangan Thony juga bisa mengedukasi warga untuk mendonorkan darahnya. 

“Perihal prestasi, kami memang terus mengembangkan instansi untuk upgrade agar bisa lebih maksimal dalam melakukan pelayanan pada masyarakat,” ungkap Tri Siswanto. 

Selain itu, Tri Siswanto berharap dengan kepemimpinan Eri Cahyadi ini bisa memberikan bantuan kepada PMI Surabaya. Alq