Dua Kali Disuntik Vaksin, Istri Gubernur Jabar Positif Covid-19

Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. SP/ BDG

SURABAYAPAGI.com, Bandung - Setelah dua kali disutik vaksin Covid-19, Istri dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya justru positif Covid-19. Tim riset uji klinis vaksin Sinovac dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) menilai kasus seperti itu wajar terjadi. Sedangkan berdasarkan hasil penelitian di Bandung, sejauh ini tingkat efikasi vaksin Sinovac, yaitu 65,3 persen.

Menurut Manajer tim riset Eddy Fadlyana, sakit ringan akibat Covid-19 pada relawan riset dapat sembuh dalam waktu 10 hari dengan cara isolasi mandiri. Dengan tingkat efikasi vaksin 65,3 persen, maka tidak semua yang sudah divaksinasi akan terlindungi,

“Tapi lebih tahan 3-4 kali dibanding yang tidak divaksin,” katanya. Bagi kasus serupa Atalia, dia menyarankan agar orang mengikuti saja panduan prosedur yang diterapkan, Rabu (21/4/2021).

Sedangkan kejadian Atalia di luar lingkup penelitian. Dia pun bukan termasuk subyek penelitian dalam riset. “Vaksinnya itu sudah di komunitas bukan vaksin untuk penelitian lagi,” katanya.

Dilain sisi menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia, masih ada kemungkinan penularan Covid-19 kepada orang yang pernah divaksin. Hal ini karena vaksin memiliki efikasi tidak sampai 100 persen.

"Selama masa pandemi, kemungkinan penularan akan tetap terjadi. Semua vaksin memiliki efikasi 65 sampai 95 persen, tidak ada yang 100 persen. Artinya, risiko kita menjadi sakit sudah turun lebih dari 50 persen," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Atalia menyatakan dirinya positif terpapar Covid-19 lewat akun media sosialnya, Sabtu, 17 April 2021. Gejala sakitnya tidak demam atau kemampuan penciuman hidungnya hilang, melainkan kepalanya agak pening yang disangka karena kehujanan.

Sebeleumnya, setelah disuntik vaksin Covid-19 dua kali pada Maret lalu, Atalia mengaku belakangan ketemu banyak orang. Oleh karenanya, mengenai adanya istri Ridwan Kamil yang positif Covid-19 tersebut saat ini tengah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan pelacakan ke orang-orang di sekitarnya selama berkegiatan dan menghuni rumah dinas Gedung Pakuan, Bandung, agar tidak ada penyebaran klaster Covid-19 lagi.

Selain itu, Siti mengimbau agar orang-orang yang telah vaksin tidak menganggap diri mereka kebal virus Corona. Pada negara yang telah turun kasus-nya pun, ada lagi peningkatan kasus.

"Betul (tidak boleh merasa kebal karena sudah divaksin), kan sudah ada juga contohnya negara-negara yang meningkat kasusnya," ucap Siti. Dsy7