Dua Politisi Nasdem Terlibat Perhelatan Pernikahan Manusia dengan Kambing

Muhammad Nasir dan Nur Hudi Didin Arianto.

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Dua politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Gresik terlibat dalam prosesi pernikahan manusia dengan kambing yang belakangan videonya viral.

Dua politisi tersebut adalah Nur Hudi Didin Arianto dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang, serta Muhammad Nasir dari dapil Kecamatan Kedamean dan Menganti. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pernikahan tak lazim antara manusia dan kambing itu terjadi di rumah Nurhudi Didin Arianto selaku pemilik Pesanggrahan Keramat ‘Ki Ageng’ di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, pada Minggu (5/6).

Usai viral Nur Hudi kemudian beburu mengklarifikasi bahwa pernikahan tersebut bukanlah ritual keagamaan, melainkan hanya untuk konten media sosial.

Sementara dari video pernikahan yang beredar luas diketahui Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Gresik Muhammad Nasir, turut menyaksikan pernikahan antara manusia dengan kambing tersebut secara langsung.

Nasir bahkan terlihat mengenakan baju adat dengan blangkon berwarna coklat. Namun, sejauh ini belum diketahui peran Nasir dalam pernikahan nyeleneh yang oleh Ketua MUI Gresik KH Mansoer Sodiq disebut sebagai penodaan agama itu.

Mirisnya Nasir saat ini merupakan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik yang nantinya ditugaskan oleh Ketua DPRD Gresik Much. Abdul Qodir, untuk memeriksa anggota dewan yang terlibat dalam kasus manusia nikahi kambing.

“Ya, kita hormati permintaan Pak Ketua DPRD (Much Abdul Qodir) tersebut. Namun, saya selaku Ketua BK, karena ini lembaga, saya tak bisa tindaklanjuti perintah secara lisan. Karena itu, kami menunggu surat resmi dari Ketua DPRD,” ucap Nasir pada wartawan, Selasa (7/6).

Dengan demikian, Nasir akan memeriksa kasus yang melibatkan dirinya sendiri dan rekan se-Fraksi Partai Nasdem, Nur Hudi Didin Arianto.

Sementara kabar yang beredar mulai kemarin, pada hari ini, Rabu (9/6) ada beberapa orang atau kelompok yang akan melaporkan kasus dugaan penodaan agama ini baik ke DPRD Gresik maupun ke Polres Gresik.grs