Dubai, Pemerintahan Tanpa Kertas, Berhemat Rp 5 Triliun

Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

SURABAYAPAGI.COM, Dubai - Dubai telah menjadi pemerintah pertama di dunia yang tidak lagi menggunakan kertas hingga 100 persen.

Putra Mahkota Emirat, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum mengatakan atas pencapaian tersebut, Dubai bisa menghemat hingga 1,3 miliar Dirham atau sekira Rp5 triliun serta dapat mengurangi 14 juta jam kerja. Tidak dijelaskqn penghematan Rp 5 Triliun ini sebulan atau setahun.

Putra Mahkota menambahkan, kini semua transaksi dan prosedur, baik internal maupun eksternal di Pemerintah Dubai 100 persen digital, yang dikelola dari platform layanan pemerintah digital yang komprehensif.

"Pencapaian target ini menandai awal dari babak baru perjalanan Dubai untuk mendigitalkan kehidupan dalam segala aspeknya, sebuah perjalanan yang berakar pada inovasi, kreativitas, dan fokus pada masa depan," kata Sheikh Hamdan dalam sebuah pernyataan, Sabtu (11/12/2021).

"Pencapaian ini juga memperkuat status Dubai sebagai modal digital terkemuka dunia dan statusnya sebagai panutan dalam merancang operasi dan layanan pemerintah yang meningkatkan kebahagiaan pelanggan," sambungnya, dilansir dari Hindustan Times.

 

Eropa dan AS Skeptis

Diketahui, AS, Inggris, Eropa, dan Kanada telah menyatakan rencana untuk mendigitalkan operasi pemerintah dalam skala yang lebih besar, yang mencakup prosedur pemerintah dan identifikasi warga negara. Namun, skeptis berpendapat kerentanannya terhadap serangan cyber.

Putra Mahkota Dubai mengatakan pemerintah berencana untuk menerapkan strategi canggih untuk menciptakan dan meningkatkan kehidupan digital di Dubai selama lima dekade ke depan.

"Fase baru perjalanan digital Dubai akan memungkinkan dan memberdayakan pemerintah masa depan untuk memenuhi harapan penduduk kota pintar yang berkembang dan memberi mereka peluang baru untuk kemakmuran, pembangunan berkelanjutan, dan kebahagiaan," tuturnya.

Strategi Tanpa Kertas Dubai ini dilaksanakan dalam lima fase berturut-turut, yang masing-masing melibatkan kelompok entitas Pemerintah Dubai yang berbeda.

Pada akhir fase kelima, strategi tersebut diterapkan sepenuhnya di seluruh 45 entitas pemerintah di emirat. Entitas ini menyediakan lebih dari 1.800 layanan digital dan lebih dari 10.500 transaksi utama.

Pernyataan itu juga menambahkan bahwa kolaborasi dan integrasi di antara entitas yang berpartisipasi memungkinkan otomatisasi proses dan layanan yang diberikan kepada pelanggan, memangkas konsumsi kertas hingga lebih dari 336 juta kertas.

Strategi ini juga membantu menghemat lebih dari 1,3 miliar Dirham dan lebih dari 14 juta jam kerja di seluruh Pemerintah Dubai.

Transformasi digital lengkap di Pemerintah Dubai akan memperkaya pengalaman kota pintar bagi semua penduduk, sepenuhnya menghilangkan kebutuhan akan transaksi dan dokumen kertas, baik itu dibagikan kepada pelanggan atau dipertukarkan antara karyawan di seluruh entitas pemerintah.

Digitalisasi, tuturnya, juga akan membantu memberikan pengalaman luar biasa bagi penduduk melalui aplikasi DubaiNow, yang memungkinkan akses ke lebih dari 130 layanan kota pintar dalam 12 kategori utama. n hds, er