Egosektoral dan IT Minded Jadi Catatan Masterplan Smart City Kota Mojokerto

Wali Kota Ning Ita menandatangani komitmen bersama smart city

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Tim pendamping Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) menelurkan sejumlah catatan terkait penyusunan masterplan smart city Kota Mojokerto.

Catatan tersebut diperoleh dari hasil pendampingan selama tiga bulan, dimulai tahap pertama bulan Juni hingga tahap ketiga bulan Agustus 2022.

"Saat ini memasuki Bimtek tahap empat, kita lakukan penandatangan komitmen bersama smart city. Ini bukan akhir tapi baru akan mulai implementasi smart city," ujar Hari Kusdaryanto, Tenaga Ahli Pembimbing Smart City Kemenkominfo saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Masterplan Kota Cerdas (Smart City) Tahap IV, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Rabu (21/9) siang.

Hari menyebut, terdapat tiga catatan penting yang berhasil dirangkum dalam pelaksanaan bimtek smart city Kota Mojokerto.

Diantaranya, minimnya pemahaman terkait smart city, masih banyak berkutat pada inovasi lama dan belum menyentuh program jangka menengah maupun panjang serta program unggulan yang kolaboratif (pentahelix) belum terlalu dielaborasi.

"Masih silo-silo atau egosektoral belum kolaboratif lintas OPD dan lintas stakeholder. Dan awalnya pemahaman mereka, masih IT minded atau sekedar digitasi atau digitalisasi," jelasnya.

Selain itu, karena belum ada RPJMD perlu dianggap sebagai peluang 'bebas bermimpi' untuk berinovasi bukan sebaliknya.

"Pemkot Mojokerto perlu membuat program yang dikeroyok ramai-ramai untuk dampak yang lebih besar," sarannya.

Ia juga berharap, hasil bimtek selama empat tahap ini tak hanya dijadikan draft perencanaan saja. Melainkan ada tindak lanjut guna mewujudkan Kota Mojokerto yang smart city.

"Setiap inovasi harus didukung action supaya inovasinya tidak sekedar seremonial. Dan yang paling penting adalah pelaksanaannya, tidak hanya menjadi dokumen perencanaan yang endingnya masuk laci," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyambut baik rekomendasi yang ditelurkan oleh tim pendamping Kemenkominfo.

Pasalnya, apa yang menjadi catatan tersebut sama persis dengan apa yang direkomemdasikan tim evaluator SAKIP Kemenpan RB saat evaluasi beberapa jam sebelumnya.

"Hampir semua yang disampaikan mewakili ide saya.Tapi sayangnya masih banyak OPD yang pemahamannya belum komprehensif dalam menterjemahkan program prioritas Wali Kota di RPJMD serta masih ada ego sektoral," jelasnya.

Ning Ita juga menegaskan, untuk menuju smart city, yang dibutuhkan tidak hanya banyaknya inovasi yang dihasilkan ataupun megahnya fasilitas command center. Tapi yang terpenting adalah integrasi keterpaduan lintas OPD dan stake holder.

"Inilah yang selalu saya sampaikan setiap rapat staf yakni hilangkan ego sektoral. Ini yang sampai saat sekarang belum kita lakukan secara paripurna. Sehingga saat evaluasi SAKIP tadi pun, ini juga menjadi pekerjaan rumah kita untuk diperbaiki," sesalnya.

Petinggi Pemkot ini berharap, seluruh ASN Kota Mojokerto tidak pernah membatasi diri untuk belajar. Karena saat ini, ASN dituntut adaptif dan tidak terkungkung skema ASN masa lalu. Sehingga mampu beradaptasi terhadap perubahan yang sangat destruktif.

"Impian terbesar saya, kota kecil ini bisa menjadi barometer tata kelola pemerintahan publik terbaik di indonesia. Dan itu bisa terealisasi jika kita berkolaborasi bergandengan tangan mewujudkan cita-cita bersama tersebut," pungkasnya. Dwi