Eksis Bisnis Gambar Realis Crayon Hingga Luar Daerah

Joko Warsusilo menunjukkan gambar realis karyanya yang menggunakan crayon oil. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Joko Warsusilo sejak kecil sudah dikenalkan dengan dunia seni rupa oleh orang tuanya. Melalui keterampilan itu, dia sudah bisa meraup rupiah. Menggambar sudah menjadi bagian dari hidupnya. Sejak 2019 dia menekuni seni gambar realis atau potret wajah dengan menggunakan pensil.

Namun, yang membedakan dia dengan pelukis lainnya, yakni pada alat lukis yang digunakan. Dia menggunakan pensil warna serta crayon oil pastel untuk menggambar objek lukis. Dia memilih menggunakan crayon oil pastel karena dianggap lebih murah dan mudah didapat. Gambar realis yang dihasilkan juga lebih berwarna dan dinamis.

Dengan krayon, gambar yang dihasilkan juga lebih cepat. Krayon dinilai lebih menjangkau bagian yang lebih luas dibandingkan dengan pensil. Selain itu, juga lebih nyaman daripada alat lainnya, seperti cat air atau cat minyak karena praktis bisa dibawa ke mana-mana.

Sementara, kesulitan tertentu ketika menggambar menggunakan krayon hanya diperlukan kedetailan di bagian-bagian tertentu, oleh karenanya butuh fokus tinggi dan ketelatenan.

Baginya, seni gambar realis crayon oil pastel belum begitu familier di Blitar. Selama ini dia belum menemukan postingan karya berupa gambar realis dengan menggunakan krayon di media sosial (medsos). Begitu pun di komunitas gambar lokal.

Hal itu menjadi tantangan bagi Joko untuk mengembangkan gambar realis crayon oil di Blitar. Kini, dia sudah bisa meraup pundi-pundi rupiah dari hasil karyanya itu. Satu karyanya bisa dibanderol hingga Rp 300 ribu. Tergantung dari ukuran dan media yang digunakan.

”Jika pakai pensil saja Rp 150 ribu. Saya menggunakan kertas biasa jenis BC. Mulai ukuran A4 hingga A0. Rata-rata menggunakan A3 dan A4,” tutur pria ramah ini.

Karyanya tersebut sudah banyak diminati warga luar daerah. Tidak sedikit pelanggannya yang memesan dari luar Blitar. Hampir setiap minggu Joko bisa menjual 5-10 karya. Namun, situasi pandemi Covid-19 membuat pesanan gambar menurun drastis.

Selain itu, Joko juga sering menggambar tokoh ternama karena baginya konsep tersebut menjadi hal yang menyenangkan. Terlebih menggambar wajah orang-orang yang pernah berjasa atau peduli pada negeri ini. Dsy5