Eksis Budidaya Iguana Impor Beromzet Jutaan

Imam Khawarom dengan iguana budidayanya. SP/ LMG

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Ternak iguana milik Imam Khawarom berasal dari Kolombia, Amerika Latin, Karibia, Meksiko, dan lokal Indonesia. Iguana dari Meksiko yang termasuk pemakan segalanya dan saat ini dibiasakan makan kangkung.

Imam merasa budidaya iguana cukup mudah dan saat dijual harganya mahal. Kuncinya hanya perlu berhati-hati saat iguana memasuki masa birahi yaitu pada bulan April sampai Agustus. Untuk masa penetasan atau inkubasinya, 2 - 2,5 bulan. Medianya serabut kelapa. Hanya butuh tempat tertutup untuk penetasan tersebut.

“Kalau saya punya green iguana, red iguana, blue iguana, red albino iguana, similis iguana, banana iguana dan rhinoceros iguana,” jelasnya.

Sementara untuk jumlahnya, kini belum menghitung semua karena di Surabaya juga ternak seperti ini jadi tak mengetahui detail jumlahnya. Untuk harganya, mulau ratusan rubu hingga ratusan juta untuk satu ekor hewan iguna yang laku. 

“Saat ini paling mahal dari Meksiko. Berumur 2 bulan dipatok harga kurang lebih Rp 4 juta, tergantung besar dan warnanya,” ujarnya.

Menurut dia, semakin besar, harga iguana semakin mahal. Apalagi, ada tanduknya. Harganya bisa ratusan juta rupiah. Imam mengaku pernah menukar seekor iguana dengan mobil Vios tahun 2018.

Bibit unggulan iguana adanya di luar negeri atau dari daerah asalnya. Sebelum membeli bibit, peternak harus mengetahui detail kondisi tubuh hewan tersebut. Jangan sampai di perjalanan iguana mengalami gangguan sakit atau lainnya. Apalagi, waktu pengiriman cukup lama.

“Kalau di Kolombia indukan hanya dipatok harga Rp 500 ribu karena disana hewan ini menjadikan hama bagi petani. Namun yang mahal, mendapatkan cip dari dokter hewan, BKSDM,” ujarnya. Dsy5