Eksis Geluti Kerajinan Miniatur Kapal Bambu

Budiono menunjukan minatur kapal yang setengah jadi. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Budiono yang mengalami lumpuh akibat kecelakaan lalu lintas 8 tahun lalu tak membuat semangatnya padam. Dia pun mencoba merangkai bambu yang sudah di-irat membentuk cekungan seperti layar sebuah kapal Panisi.

"Buatnya kalau ada pesanan saja. Kalau hari-hari ya seadanya. Penting ada pemasukan dan halal," katanya.

Ilmu membuat miniatur kapal Panisi itu didapat dari YouTube. Dengan bermodal bambu yang tidak dipakai di rumahnya, dia berkreasi dan menyulapnya menjadi sebuah karya yang bernilai ekonomi tinggi.

"Butuh lima hingga seminggu untuk menyelesaikan miniatur dengan panjang 60 sentimeter ini. Karena, keterbatasan saya ini," katanya

Respon positif dari warga sekitarpun membuatnya semakin semangat menggelutinya. Bahkan, karyanya sering dibawa ke pameran desa menjadi salah satu produk unggulan desa. Itu karena kualitasnya terjamin.

Sementara aksesori seperti layar, tangga, pagar, penyangga dan aksesoris lainnya juga dirakit sedemikian rupa nyaris sama seperti aslinya.

Untuk bahan, Budiono mengaku, memakai bambu sudah tua. Sehingga, mudah dalam membentuk irat bambu sesuai keinginannya. Jika dihitung, satu miniatur kapal Panisi itu membutuhkan kurang lebih lima ruas bambu. Dia pun merangkainya dengan lem besi, karena dianggapnya lebih awet dan cepat kering.

"Semua pengerjaan saya sendiri. Artinya, menunjukkan kalau keterbatasan itu tidak bisa menghalangi saya untuk membuat sebuah karya," katanya.

Pria berusia 40 tahun ini mengatakan, adanya pandemic Covid-19 sangat berpengaruh pada permintaan miniaturnya. Namun demikian tidak membuatnya patah semangat. Dia berusaha bertahan dengan terus mempromosikan produknya dari teman ke teman. "Sepi banget. Makanya sangat berharap pandemi Covid-19 segera mereda," tandasnya. Dsy8