Ekspor Perdagangan di Jatim Mulai Meningkat

Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan saat memaparkan hasil neraca perdagangan di Jatim dalam bulan Maret 2021 secara daring, Kamis (15/4/2021). SP/tangkap layar jatim.bps.go.id

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Ada kabar positif terkait nilai ekspor perdagangan di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2021 ini. Meski di tengah pandemi Covid-19, nilai ekspor ternyata mencapai 2 Miliar Dolar AS pada bulan Maret 2021. Hal ini meningkat 17,94 persen dibanding Februari 2021.

Peningkatan nilai ekspor ini dipengaruhi pergerakan ekspor non migas dan sektor migas. Dimana, untuk ekspor non migas Jatim, mencapai 1,84 Miliar Dolar AS (naik 22,45 persen dari Februari 2021). Sedangkan untuk sektor migas, mencapai 161,69 juta Dolar AS (turun 16,90 persen dari Februari 2021).

Menurut Dadang Hardiawan, Kepala BPS Jatim, nilai ekspor Jatim pada menunjukkan pergerakan yang lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 dan tahun 2020. Hanya saja, bila ditotal secara kumulatif, nilai ekspor dari Jatim selama Januari-Maret 2021 yang mencapai 5,24 miliar Dolar AS turun 9,22 persen bila dibandingkan periode Januari-Maret 2020.

Tidak hanya itu, meskipun data nilai ekspor Jatim pada Maret 2020 menunjukkan perbaikan, Dadang bilang, perbaikan nilai ekspor ini belum menggembirakan untuk neraca perdagangan Jatim.

“Meskipun nilai ekspor kita lebih baik dari tahun lalu tapi tampaknya ini belum menggembirakan, karena neraca perdagangan kita mengalami defisit 0,35 miliar Dolar AS,” ujarnya, Kamis (15/4/2021).

Dalam keterangan pers secara daring, hari ini, Dadang menjelaskan, perbaikan nilai ekspor itu kurang menggembirakan karena nilai impor migas Jatim masih lebih tinggi daripada ekspor pada Maret 2021.

Selain itu, kata Dadang, neraca perdagangan Jatim pada Maret 2021 ini semakin terlihat kurang menggembirakan mengingat dua tahun sebelumnya pada periode yang sama neraca perdagangan Jatim sama-sama surplus.

Pada Maret 2019 lalu neraca perdagangan Jatim mengalami surplus meskipun tipis senilai 0,03 miliar Dolar AS. Sedangkan pada Maret 2020 lalu neraca perdagangan Jatim surplus mencapai 0,19 miliar Dolar AS.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, golongan barang utama ekspor nonmigas Jatim adalah lemak dan minyak hewan/nabati senilai 189,30 juta Dolar AS; kayu dan barang dari kayu senilai 148,45 juta Dolar AS, dan tembaga senilai 142,30 juta Dolar AS.

Adapun negara tujuan ekspor Jatim selama Januari-Maret 2021 adalah Jepang. Total nilai ekspornya mencapai 777,70 juta Dolar AS. Kemudian Amerika Serikat dengan total nilai ekspor 748,46 juta Dolar AS. Serta ke Tiongkok senilai 581,69 juta Dolar AS. arf/cr2/rmc