Empat Periode, kini Gus Sadad Jabat Wakil Ketua Termuda

Mengenal Pimpinan DPRD Jatim 2019-2024

Lima Pimpinan DPRD Jawa Timur periode 2019-2014 resmi dilantik, Senin (30/9/2019) kemarin. Tidak ada orang baru, semuanya politisi senior. Tapi ada satu senior yang usianya ternyata termuda. Dia adalah H Anwar Sadad, yang bulan November nanti baru genap berusia 46 tahun.
----------
Riko Abdiono,
Wartawan Surabaya Pagi

Elit politik Jawa Timur dan nasional pasti mengenal Anwar Sadad. Sebagai politisi yang lolos jadi wakil rakyat, meski gonta ganti partai. Sejak Usia 30 tahun dia sudah dilantik menjadi anggota DPRD Jatim hasil pemilu 2004 silam. Kala itu Sadad berangkat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Lima tahun kemudian, kembali lolos ke Indrapura dengan bendera Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Baru pada pemilu 2014, Sadad melabuhkan sikap politiknya ke Partai Gerindra dan Pemilu 2019 lalu lolos lagi ke DPRD Jatim. Hingga akhirnya mengantarkan Sadad ke posisi wakil ketua DPRD Jatim.

Usai diambil sumpah jabatan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur masa jabatan 2019-2024, Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad memiliki harapan besar. DPRD Jatim yang berlokasi di Jalan Indrapura Surabaya ini menjadi tempat curhat dan keluh kesah masyarakat Jatim.

"Saya ingin DPRD Jatim itu menjadi tempat dan sarana masyarakat yang berkeluh kesah setiap mereka yang alami akibat dari kebijakan pemerintah," katanya.

Politisi dari Dapil Pasuruan Provolinggo ini pun berharap seluruh Anggota DPRD Jatim menjadi telinga untuk mendengar. "Dewan juga harus jadi telinga dan menjadi tempat curhat," jelasnya.

Hal tersebut, lanjut Anwar Sadad menjadi penting lantaran masih banyak masalah yang ada di Jawa Timur. Bahkan, menurut dia, cara penanangan di Jawa Timur juga begitu khas. "Cara penanganan di Jatim juga begitu khas, pola penyelesaiannya ala Jawa Timuran. Jadi kita berorierantasi pada hasilnya. Saya berharap intitusi dewan punya peran seperti itu," harap Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim itu.

Sebagai pimpinan DPRD termuda, pria yang akrab disapa Gus Sadad ini berkomitmen akan meningkatkan performa DPRD Jatim menjadi lebih cekatan dan responsif terhadap persoalan di masyarakat. Termasuk dalam menelorkan kebijakan/kebijakan yang mengikuti perkembangan teknologi digital yang tidak terbendung lagi. “Sebenarnya saya sudah tidak muda lagi, tapi dari pengalaman menjadi anggota dewan sejak usia 30 tahun saya akan coba sinergikan dengan kondisi masyarakat era serba digital ini,” ujar Gus Sadad yang tercatat sebagai keluarga besar Ponpes Sidogiri Pasuruan ini.

Selain itu, dirinya akan menjadi mitra strategis dan kritis bagi pemerintah provinsi Jawa Timur. “Asal tujuannya untuk perbaikan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat Jatim, saya akan hadir di dalamnya,” terang Gus Sadad.

Gus Sadad sendiri mengaku tidak ada target-target tertentu dalam mengemban amanah menjadi wakil rakyat termasuk setelah menduduki posisi Wakil Ketua DPRD. Hanya saja ia ingin fungsi kontrol dan tempat aspirasi masyarakat lebih ditingkatkan di lembaga legislatif ini. Semua yang sudah baik akan kita tingkatkan, yang kemarin kurang baik tentu di evaluasi.

“Rencana saya akan membentuk Posko aspirasi agar setiap saat bisa menjadi partner sukses seluruh masyarakat Jawa Timur,” gagas Gus Sadad

Sementara itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam Rapat Paripurna dengan agenda pengambilan sumpah janji jabatan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur Masa Jabatan 2019-2024, Senin (30/9/2019) pagi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wagub Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Kepala BPK Jatim, Pimpinan Partai, Bank Indonesia, OJK dan sejumlah tamu penting hadir dalam pengambilan sumpah Ketua dan Wakil Ketua DPRD Jatim periode 2019-2024.

Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024 berdasarkan peresmian pengangkatan dari Surat Keputusan Mendagri, yaitu Kusnadi sebagai Ketua DPRD Jawa Timur. Kemudian sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur berturut turut adalah Halim Iskandar (PKB), Anwar Sadad (Gerindra), Ahmad Iskandar (Demokrat) dan Sahat Tua P Simanjuntak (Golkar). n