Eri Cahyadi Berniat Maju Jadi Gubernur?

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Gerak politik Eri Cahyadi selama hampir setahun terakhir ini dinilai cukup lihai. Setelah berhasil merangkul sejumlah partai politik, kini ia merambah ke para kepala daerah.

Dalam pertemuan bersama kepala daerah se-Jawa Timur di Mojokerto pada Selasa (14/12/2021) lalu, Eri dengan tegas menyampaikan rencananya untuk membentuk asosiasi khusus kepala daerah di Jatim.

Asosiasi ini dinilainya penting, karena dapat dimanfaatkan sebagai upaya untuk terus membangun sinergitas dan kolaborasi antar kepala daerah.

"Kalau di tingkat Nasional ada APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia), tingkat kabupaten ada APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia). Tapi di Jatim ingin menjadi satu, wali kota dan bupati menjadi satu bagian," kata Eri Cahyadi dalam keterangan resminya yang diterima Surabaya Pagi, Rabu (15/12/2021).

Langkah Eri ini seolah telah mendapat restu dari Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa. Bahkan Khofifah menyebut, bila asosiasi tersebut terbentuk maka yang cocok menjadi pemimpinnya adalah Eri Cahyadi.

"Di antara Bupati dan Walikota ada kepala suku. Dan kepala sukunya adalah Wali Kota Eri, karena beliau mensupport (mendukung) beberapa daerah lainnya," kata Khofifah menanggapi pembentukan asosiasi tersebut.

Gaya politik Eri Cahyadi yang merangkul dan mengakomodir sejumlah pihak ini pun mendapat respon dari Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura sekaligus peneliti Survey Center (SSC) Surabaya Surokim Abdussalam.

Menurut Surokim, politik gaya politik Eri Cahyadi adalah gaya politik gotong royong. Bahkan dapat juga disebut dengan politik akomodatif. Hal ini karena setiap kepentingan kelompok diakomodirnya dan dicarikan solusi secara bersama.

Gaya seperti ini, kata Surokim, sangat tepat dengan situasi pandemi covid-19. Karena pasca covid-19, terjadi perubahan paradigma yakni dari kompetitif menjadi kolaboratif.

"Menurut saya kendati itu bukan ide baru karena sudah ada asosiasi kepala daerah juga yang sudah lama menjadi tempat untuk sharing best practice, saya pikir ide membentuk forum kepala daerah di jatim itu juga progresif dan juga menarik. Saya melihat ide itu masih akan punya makna dan akan bisa memberi manfaat bagi semua kepala daerah yang bergabung," kata Surokim saat dihubungi.

Secara politis lanjutnya, bila ketua forum yang akan dibentuk nantinya adalah walikota Surabaya maka, akan bisa mengatrol posisi walikota surabaya dalam relasi dengan para kepala daerah Jatim.

Jika hal tersebut bisa dimaksimalkan, akan berdampak pada citra walikota Surabaya di tingkat Provinsi. Apalagi bila forum tersebut bersifat fungsional, maka dapat menguatkan posisi walikota Surabaya secara politis.

"Posisi walikota Surabaya otomatis juga akan terkerek di jatim," katanya.

Saat dikonfirmasi, apakah tujuan pembentukan asosiasi tersebut adalah upaya Eri dalam membangun basis masa dengan tujuan kursi Jatim 1 di era mendatang, Surokim menepis akan hal tersebut.

"Saya pikir kok walikota Surabaya belum akan terpikir untuk melangkah menuju ke level lebih tinggi ke Jatim. Karena walikota Surabaya masih baru dan masih harus bisa membuktikan janji-janjinya di kota Surabaya," ucapnya.

"Beliau hanya ingin menguatkan kolaborasi dengan kepala daerah yang lain di Jatim sebagai upaya untuk bisa saling sharing sumber daya dan potensi. Era sharing and colaboration ini saya pikir yang menjadi pematik munculnya gagasan ini," tambahnya.sem