Ex Dirut BRI, Suprajarto Komut Baru Bank Jatim

Suprajarto

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) 2017-2019, Suprajarto dikabarkan bakal menduduki posisi penting di BUMD milik Pemprov Jatim. Hasil Ujian yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agustus 2021 - Januari 2022 sudah meloloskan Suprajarto untuk menjabat Komisaris Utama di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau lebih dikenal dengan Bank Jatim (BJTM).

Informasi dari sumber terpercaya internal Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyebutkan, PT Bank Jatim akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 17 Maret 2022 mendatang. Salah satu agendanya adalah menetapkan jabatan Komisaris Utama PT Bank Jatim salah satu BUMD milik Pemprov Jatim. “Pak Ahmad Sukardi sudah habis masa jabatannya sebagai Komut Bank Jatim,” ujar Sumber tersebut, Kamis (10/3/2022).

Proses rekruitmen calon Komisaris Utama PT Bank Jatim ini sebenarnya sudah dilakukan sejak Agustus 2021 lalu. Diantaranya adalah fit and proper test yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan OJK RI di Jakarta. Sedikitnya terdapat 21 kandidat yang mencalonkan diri sebagai Komisaris Utama Bank terbesar di Jawa Timur ini. Termasuk di dalamnya adalah jajaran komisaris bank jatim yang ada sekarang. Namun dari 21 nama tersebut, Hanya ada satu nama yang memiliki kapasitas dan koneksi yang cukup kuat baik di pusat maupun daerah. “Banker dan pejabat dari Jatim gagal semua, akhirnya Pak Suprajarto itulah yang lolos,” sebut sumber yang wanti-wanti namanya tidak disebut ini.

Sosok Suprajarto sendiri adalah figur perbankan yang Sudah malang melintang di bank milik BUMN. Termasuk pernah menjabat di posisi penting di BNI disaat muda. Nama Suprajarto makin melejit ketika Agustus 2019 lalu ia tiba-tiba di copot dari Dirut BRI. Lalu oleh Menteri BUMN kala itu Rini Suwandi, memindahkan bankir penggemar Harley Davidson ini menduduki Dirut Bank Tabungan Negara (BTN). Karena Tanpa ada komunikasi yang jelas, Suprajarto saat itu nekat menolak jabatan sebagai Dirut BTN dan menyatakan mundur.

Selain menetapkan Komisaris Utama yang baru, RUPS Bank Jatim kali ini dikabarkan juga menetapkan posisi direktur keuangan yang kosong setelah ditinggal Ferdian Timur Satyagraha naik menjadi direktur keuangan PT Pegadaian (BUMN) belum lama ini.

Ketua Komisi C DPRD Jatim Abdul Halim saat dikonfirmasi mengaku telah mendengar adanya rencana pergantian Komut Bank Jatim tersebut. Dari Ahmad Sukardi (mantan Sekdaprov Jatim) ke orang baru, dalam hal ini Suprajarto jebolan BRI.  Menurutnya, tidak masalah siapapun orang yang ditetapkan untuk menduduki Komisaris Utama Bank Jatim. Asalkan punya komitmen yang Kuat untuk bersama-sama menjaga dan memajukan Bank Jatim sebagai BUMD perbankan paling besar di Jawa Timur ini.

“Iya betul saya mendengar ada pergantian Komisaris Utama Bank Jatim. Secara prinsip kita berharap bahwa ke depan Bank Jatim lebih memiliki semangat baru dengan struktur yang baru di jajaran komisaris maupun direksi,” ucap Abdul Halim saat dihubungi, Kamis (10/3/2022).

DPRD khususnya Komisi C, meskipun membidangi BUMD serta keuangan, namun secara teknis memang tidak bisa masuk terlalu dalam. Namun dari segi kinerja, Komisi C melihat bank jatim sudah sangat Bagus dan sudah on the track. “Kita terus mendorong kinerja yang Baik ini lebih ditingkatkan lagi, khususnya menghadapi tantangan teknologi dan perekonomian masyarakat Jawa Timur,” jelasnya.

Ditambahkan Halim, peran Komisaris Utama di Bank Jatim ini tentu sangatlah besar. Terlebih Komut adalah representasi Pemprov Jatim sebagai pemegang saham mayoritas di Bank Jatim. Sehingga capaian target-target yang telah disampaikan Bank Jatim pada saat pembahasan APBD ataupun rencana kerja perusahaan, bisa direalisasikan. Yakni satu terkait peningkatan deviden sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah.

“Kita tahu saat ini dirut dan komut adalah profesional yang berasal dari luar Bank Jatim. Jangan sampai kemudian,  ketika Dirut dan komut baru membuat program terobosan yang kemudian berdampak kondusifitas internal Bank Jatim jadi terganggu. Maka pesan kami, harus merangkul dan mendengarkan semuanya. Sehingga capaian perusahaan serta target-target bank jatim tidak sampai terganggu,” pungkas politisi Partai Gerindra ini. rko