Exit Tol Kediri-Tulungagung Direncanakan Beroperasi Akhir 2023

 Pembangunan tol Tulungagung – Kediri akan berlangsung relatif cepat akhir tahun 2023 sudah dapat beroperasional. SP/PEMKAB TULUNGAGUNG 

SURABAYAPAGI,Tulungagung – Kepala Bidang (Kabid) Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tulungagung, Subianto mengatakan Jalan Tol Kediri-Tulungagung rencananya akan beroperasi pada akhir 2023 mendatang. Jalan tol sepanjang 37 kilometer ini adalah salah satu proyek super prioritas bersama Bandara Kediri dan Jalur Lintas Selatan (JLS).

Menurut Subianto, pihaknya  telah diajak menyusun trase jalan tol ini oleh PT Virama Karya, selaku konsultan teknis. Pada usulan awal, exit tol ini berada di sekitar GOR Lembupeteng, di Jalan Soekarno-Hatta. “Kami sampaikan, lokasi itu potensi crowded (padat) sangat tinggi. Karena di sana aktivitasnya sangat tinggi,” ungkap Subianto, Rabu (5/5/2021).

Pilihan selanjutnya ada di sekitar Desa Notorejo, Kecamatan Gondang. Bappeda kembali memberi masukan, lokasi itu terlalu jauh dari kota. Dikhawatirkan nanti warga Tulungagung tidak masuk tol dari sana, namun justru dari Branggahan Kediri.“Usul kami digeser ke barat, tapi jangan terlalu jauh dari kota. Supaya nanti warga Tulungagung masuk dari sana,” sambung Subianto.

Akhirnya disepakati, exit tol berada di antara SPBU Jalan Soekarno-Hatta dan Pengadilan Agama. Usulan ini sudah disetujui, hingga tinggal memastikan desain dasar hingga Juni 2021.

Kabupaten Tulungagung akan dilewati jalur tol ini sepanjang 15 kilometer, mulai dari Jeli di Kecamatan Karangrejo, Kecamatan Kauman, dan Kecamatan Tulungagung. “Ada tanah bengkok milik Kecamatan Kedungwaru juga ikut dilewati jalur tol ini,” ungkap Subianto.

Setelah basic design beres pada Juni 2021, akan ditindaklanjuti dengan pengadaan lahan selama satu tahun.Jika tidak ada kendala pada pertengahan 2022 pembangunan konstruksi sudah dimulai. Target keseluruhan Bandara Kediri dan Tol Kediri-Tulungagung sudah beroperasi akhir 2023. “Rencana target itu kami dapatkan dari Gudang Garam selaku ketua konsorsium dan PT Virama Karya,” tutur Subianto.

Sebelumnya Bappeda mengusulkan pembangunan jalan lingkar Tulungagung. Jalan ini mulai dari Kepuhrejo Kecamatan Ngantru, Kecamatan Sumbergempol hingga Notorejo Gondang. Jalan lingkar ini berada di wilayah pinggiran, dengan tujuan mengurangi kepadatan lalu lintas di tengah kota.

Namun rencana jalan lingkar Tulungagung ini terkendala pembiayaan, karena tidak mungkin dibiayai pemkab. Jalan ini hanya bisa dibiayai oleh pemerintah pusat.  Dengan pembangunan jalan tol ini diprediksi sudah bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di tengah kota.  “Ditunda pun tidak apa-apa. Karena sudah tergantikan oleh jalan tol ini,” katanya.

Lebih jauh, Subianto juga mengaku pernah diajak rapat mengenai pembangunan Tol Kepanjen-Tulungagung. Namun proyek ini diproyeksikan untuk jangka panjang, setelah Tol Kediri-Tulungagung selesai.tn/na