Forkopimda Blitar Gelar Rakor Bersama Toga dan Tomas

Rapat koordinasi Forkopimda Blitar di Gedung Sasana Praja Kantor PemkabĀ Blitar, Jumat (16/4). SP/Hadi Lestariono

 

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Masih tingginya penyebaran covid-19 di Kabupaten Blitar, Forkopimda melakukan Rakor (Rapat Koordinasi) di Gedung Sasana Praja Kantor Pemkab Blitar, Jumat (16/4).

Rakor dihadiri Bupati Blitar Hj Rini Syarifah, Komandan Kodim 0808 Blitar, Letkol Arm M Muslikh dan Kapolres Blitar Kota AKBP Dr Yudhi Hery Setiawan S.IK M.SI  membahas tentang tingginya penyebaran virus corona di Kab Blitar seiring warga menjalankan ibadah puasa dan jelang hari raya yang akan datang, sehingga kekhawatiran pimpinan daerah  tidak berdampak  pada masyarakat.

Sekda Kab Blitar Drs Mujianto memaparkan, karena covid-19 ditetapkan sebagai bencana Nasional serta SE dari menteri Agama terkait panduan beribadah dalam kegiatan di Bulan Ramadhan 1442 H juga Surat Bupati Blitar, tentang  ziarah kubur, jamaah sholat Tarawih ngabuburit dan tadarus, menggunakan pengeras suara dibatasi maksimal pukul 22.00 WIB.

"Termasuk ronda saat sahur,tidak menggunakan sound besar hanya gunakan kentongan tradisional juga nantinya untuk takbir keliling, semua ini akan menjadi acuan pencegahan pandemi di Kab Blitar." kata Drs Mujianto.

Perlu diketahui bahwa wilayah Kab Blitar termasuk nomor 6 urutan tertinggi di Jawa Timur dengan angka 5000 orang terpapar covid -19 sesuai dengan catatan Gugus Covid per tanggal (15/4) malam.

Selain itu sambutan Bupati Hj Rini Syarifah dengan digelarnya Rakor ini kita harapkan ibadah di bulan Ramadhan tetap berjalan namun tetap memperhatikan kesehatan masyarakat.

"Kami berharap bapak dan ibu pimpinan bisa memberikan kebijakan terkait apa yang harus dilakukan dalam rangka penanganan covid 19 dalam bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1442 H di Kab Blitar," kata Mak Rini panggilan akrab Bupati.

Tindak lanjut dan antisipasi kita terkait ibadah di bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri, perlunya kesepahaman antara kita semua karena adanya wabah pandemi covid 19. Termasuk potensi kerawanan yang terdeteksi oleh kepolisian setiap tahun dalam masa perayaan Idul fitri termasuk hari besar lainya termasuk kriminalitas meningkat, hal tersebut disampaikan Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela SH.S.IK MH.

"PPKM diklaim bisa menurunkan angka terkonfirmasi namun kita tetap waspada karena ada peningkatan jika dilonggarkan terkait protokol kesehatan. Polri sudah melakukan upaya melalui operasi Pekat, dengan tujuan mengendalikan covid 19 dan mencegah adanya mudik lebih awal, kemudian dilanjutkan operasi Ketupat Semeru yang berkaitan dengan larangan mudik tersebut." tegas AKBP Leonard.

Selain AKBP Leonard, para tokoh agama dan tokoh masyarakat juga mendukung pemerintahan dalam menanggulangi pandemi yang masih tinggi di Kab Blitar.

Sementara Kapolres Blitar Kota AKBP Dr Yudhi Heri Setiawan SIK,M.Si menyampaikan, dengan adanya rapat ini kita dapat berkomunikasi dalam rangka menyamakan persepsi tidak lanjut penanganan covid 19 di bulan suci Ramadhan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

"Seperti dalam SE Bupati harus ada penekanan siapa yang bertanggung jawab, supaya OPD tidak saling lempar tanggung jawab. Sehingga penanganan dalam masa pandemi ini bisa tepat dan tahun depan kegiatan kegiatan dapat meningkat sehingga pandemi bisa teratasi," terang AKBP Yudhi.

Juga tiga pilar agar meningkatkan siskamling, memanfaatkan sistem untuk menjaga kamtibmas di lingkungan kita, tidak ada ormas-ormas yang melakukan sweeping karena ormas bukan simbol negara yang mana diemban TNI dan Polri.

“Toh bila ada informasi terkait dengan kamtibmas sampaikan kepada kami, kami akan menindaklanjuti dengan waktu sesingkat-singkatnya,” tambah Kapolres Blitar Kota ini. Les