Fraksi PKB Optimis Syaikhona dan Bisri Syamsuri Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun Depan

Syafiuddin saat menjadi keynote speaker di seminar Kebangsaan yang diadakan di aula pondok pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan

SURABAYAPAGI.COM, Bangkalan - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD selaku Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan mengumumkan lima tokoh yang akan dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Dari lima nama tersebut nyatanya tidak ada Syaikhona Kholil Bangkalan dan Bisri Syamsuri.  Menyikapi keputusan Pemerintah tentang gelar pahlawan  tahun 2022 yang sudah diumumkan pemerintah dan tidak ada satupun nama yang diusulkan oleh PKB tidak menjadi persoalan. 

“Kami akan terus memperjuangkan gelar pahlawan untuk para pejuang kemerdekaan khususnya dari kalangan Ulama” kata Anggota FPKB DPR RI sekaligus Ketua DPC PKB Bangkalan Syafiuddin saat menghadiri seminar Kebangsaan Syaikhona Kholil sebagai pahlawan Nasional.

Sebagaimana diketahui PKB di Tahun 2022 ini mengajukan 5 ulama kharismatik dari Madura hingga Jawa Barat untuk menjadi pahlawan Nasional. 

Ulama yang diajukan PKB adalah, Saekhona Holil Bangkalan, KH. Bisri Sansury Jombang , KH. Abdullah Abas Buntet Cirebon, KH. Mahrus Aly Kediri, KH. R.Asnawi Kudus dan KH. Ruhiat Tasikmalaya. Untuk dua ulama kharismatik yaitu Syaikhona Kholil Bangkalan dan KH. Bisri Syansuri proses pengaduannya sudah berada di dewan gelar tinggal menunggu keputusan dewan gelar dan Presiden. 

Sedangkan empat ulama kharismatik lainya masih dalam proses pengajuan. Syafiuddin, S.Sos anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB sekaligus Ketua DPC PKB Bangkalan meminta kepada Pemerintah agar Syaikhona Holil Bangkalan dan KH. Bisri Syansuri bisa mendapatkan gelar pahlawan Nasional di tahun 2023. 

Hal itu mengingat kedua ulama kharismatik tersebut tak diragukan lagi jasa perjuanganya terhadap Negara.

“Semua persyaratan administrasi sudah kami penuhi tinggal menunggu keputusan Presiden” tegasnya. 

Sedangkan KH. Abdullah Abas Buntet Cirebon, KH. Mahrus Aly Kediri, KH. R.Asnawi Kudus dan KH. Ruhiat Tasikmalaya masih dalam proses pengajuan. 

Pihaknya menambahkan tidak menutup kemungkinan PKB akan menginventarisir para pejuang kemerdekaan di seluruh Nusantara untuk diajukan jadi pahlawan Nasional. Kendati prosesnya sangat panjang dan membutuhkan kajian yang lama tetapi itu harus dilakukan mengingat bangsa ini tidak akan merdeka tanpa perjuangan para pahlawan. 

"Jangan sampai melupakan jasa perjuangan para pahlawan jika ingin menjadi bangsa yang besar,” pungkasnya. wah