Gammaraas, Obat Covid-19 Senilai Jutaan Rupiah

Obat Covid-19, Gammaraas. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melonjaknya pasien Covid-19 di Indonesia membuat pasokan obat sebagai pencegahan dan pengobatan Covid-19 menipis sehingga pemerintah melakukan impor. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan, terdapat 3 jenis obat yang diupayakan stoknya tetap aman untuk Indonesia, yaitu Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas.

“Kita ada tiga obat lain yang belum bisa kita produksi di dalam negeri yang sangat bergantung kepada impor, seperti Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas. Ini adalah obat-obatan yang di seluruh dunia juga sedang short supply karena semua orang membutuhkan obat-obat ini,” ujar Menkes.

Budi mengingatkan bahwa obat terapi Covid-19 hanya boleh diberikan dengan resep dokter. Salah satunya, obat gammaraas yang merupakan produk obat farmasi yang mengandung plasma imunoglobulin dalam bentuk larutan steril untuk injeksi. Sedangkan untuk obat Gammaraas, pemerintah Indonesia sudah mendapatkan impor dari Cina sebanyak 30 ribu vial.

Menurut Shanghai Raas Blood Products Co, obat ini terbuat dari plasma darah manusia yang sehat, di mana kandungan antibodi di dalamnya mampu melawan kuman atau penyakit. Immunoglobulin diambil dari puluhan ribu pendonor darah yang sudah diskrining. Plasma kemudian dimurnikan sebelum digunakan untuk terapi IVig.

Obat ini memiliki kegunaan antara lain: imunodefisiensi primer seperti hipogammaglobuIinemia terkait-X, defisiensi imun variabel umum, defisiensi subkelas IgG selektif, imunodefisiensi sekunder seperti infeksi berat, hematosepsis bayi baru lahir, dan penyakit autoimun seperti ldiopathic thrombocytopenic purpura (lTP), Sindrom Kawasaki (KS).

Selain itu, Obat ini juga mengandung lebih dari 95 persen protein adalah imunoglobulin. Berasal dari plasma manusia dari donor sehat, Gammaraas telah diolah dengan metode pH rendah untuk menonaktifkan virus, dan difilter secara nano untuk menghilangkan virus.

Gammaraas digunakan dengan menyuntikkannya pada pembuluh darah di lengan atau melalui infus. Penggunaan IVig dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga manusia mampu melawan infeksi di tubuhnya.

Obat ini punya harga fantastis, dijual dengan harga Rp 3,5 juta - Rp 4,5 juta perbotol dan memerlukan resep dokter untuk pembeliannya.

Selain itu, ada obat berharga fantastis lainnya yang dipercaya dapat mengatasi virus corona, yaitu actemra yang dijual dengan nama

Selain Gammaraas, harga Tocilizumab 400mg/20 ml infus dalam bentuk vial pun relatif maha. Obat itu dalam kondisi normal dijual dengan harga eceran tertinggi, yatu sekitar Rp 5.710.600. Sementara Tocilizumab 800mg/4 ml infus dalam bentuk vial dijual dengan harga eceran tertinggi Rp 1.162.200. Dsy19