Gandeng Influencer, Pemkot Majukan Kota Surabaya

Wakil Walikota Surabaya, Armuji saat memberikan sambutan pada para influencer. SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI   

SURABAYAPAGI, Surabaya - Mengingat bahwa peran content creator dapat membantu recovery economy di kala pandemi, Armuji gelar open house dengan para pelaku ekonomi kreatif di Surabaya. Acara yang bermaksud memberikan wadah bagi para influencer untuk berkoordinasi itu berlangsung di Jl. Walikota Mustajab, yakni Rumah Dinas Wakil Walikota Surabaya. Selasa (09/03/2021).

 Di periode kepemimpinan Eri Cahyadi-Armuji pada era 4.0 ini, Pembangunan Kota Surabaya tentu membutuhkan sinergitas dari kaum millenial, khususnya influencer. Insight media sosial dari para influencer dinilai dapat menjadi alat untuk sosialisasi program Pemerintah Kota Surabaya untuk memajukan Kota Pahlawan ini. 

Dalam sambutannya, Armuji mengingatkan kepada seluruh content creator yang hadir agar semakin semangat dalam berkarya. Hal tersebut diungkapkan lantaran sektor industri kreatif di Surabaya yang digadang-gadang menjadi langkah tepat untuk pemulihan ekonomi di era 4.0 pada masa pandemi ini tidak kalah dengan Ibu Kota Jakarta. 

"Marilah kita berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya. Kemampuan teman-teman influencer ini sudah tidak diragukan lagi. Suroboyo gak entuk kalah karo Jakarta," ujarnya saat memberikan sambutan di halaman Rumah Dinas.

 Anak muda Surabaya memiliki banyak potensi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Maka dari itu, Armuji berharap bahwa anak muda Surabaya dapat memanfaatkan power-nya untuk mempromosikan potensi Kota Surabaya ini. 

Selain promosi tentang menaati protokol kesehatan, 50 influencer yang hadir pada siang hari ini, mewakili influencer lainnya juga dihimbau oleh Armuji untuk dapat mempromosikan produk UMKM serta destinasi pariwisata yang ada di Surabaya. Usai sambutan, dilanjutkan dengan acara sesi diskusi di ruang meeting lantai 2. 

Dalam diskusi yang berjalan dua arah tersebut, Armuji menyampaikan tujuan diadakannya open house yang tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengajak influencer berperan dalam pembangunan Kota Pahlawan. "Di musim pandemi, adek-adek (influencer) bisa memberikan motivasi dengan gaya nya masing-masing, seperti mengajak untuk bisa taat protokol kesehatan," ujar pria yang akrab disapa Cak Ji itu. Terlebih lagi, Cak Ji menjelaskan, tidak sedikit warga Surabaya yang terdampak pandemi dari berbagai sektor, khususnya UMKM dan pariwisata.  

Pada kesempatan yang sama, Safira selaku Duta Pariwisata Surabaya menyampaikan gagasan guna membangkitkan sektor pariwisata. "Mungkin setiap minggu atau setiap dua minggu sekali untuk mengadakan pariwisata virtual. Sistemnya tetap ada guide, nanti sambil dijelaskan. Jadi orang bisa merasa berjalan-jalan tapi tetap dirumah," ungkapnya.

 Dari gagasan tersebut, Safira menilai bahwa, meski masyarakat stay at home, namun akan tetap mendapatkan knowledge. Hal itu juga diharapkan dapat mengatasi kejenuhan yang dirasakan oleh masyarakat pada umumnya. 

Tak hanya sektor pariwisata, dari sektor pendidikan juga faktanya harus lebih diperhatikan lagi. Cak Ji menyampaikan upaya nya bersama Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran.

 "Seperti yang yang sudah disampaikan, akan memberikan suatu kontribusi, dimana para Guru akan mendatangi tingkatan RT. Nanti RT tersebut akan menyediakan balai RT nya yang bisa dipakai untuk belajar. Ini sudah kita jalin. UNESA sudah oke," papar Cak Ji. 

Cak Ji menambahkan, Unesa sudah memberikan tenaga pengajar bagi para RT maupun RW untuk giliran sistem pembelajaran. Program itu dicanangkan oleh Cak Ji guna mengatasi kebosanan dan keresahan para siswa-siswi yang sudah terlalu lama menjalani sistem pembelajaran daring. 

Beberapa masukan dan saran dari para influencer yang hadir telah ditampung oleh Wakil Walikota Surabaya ini. Sesuai dengan tujuannya, Cak Ji memang menginginkan adanya kerjasama antara Pemkot Surabaya dan para influencer untuk mensosialisasikan program untuk kemajuan Surabaya. 

Mengingat bahwa Kota Metropolitan ini sebagian besar dihuni oleh anak muda, Armuji menuturkan, "Kalau anak muda sama anak muda, tentu lebih gampang menerima (informasi) dengan gaya nya masing-masing. Tentunya baik itu dibidang masalah covid, meningkatkan UMKM, pariwisata dan lainnya," tuturnya saat diwawancarai usai diskusi dengan influencer yang hadir. 

Dirinya juga yakin, dengan potensi yang dimiliki anak muda maka pembangunan Kota Surabaya akan semakin maju. Tak lepas tangan, Pemerintah Kota juga akan memback-up apa yang menjadi kebutuhan anak-anak muda. 

Power yang dimiliki oleh para influencer saat ini sudah menjadi sorotan bagi Pemkot Surabaya. Hal itu tidak terlepas dari building brand image yang dilakukan oleh masing-masing influencer. 

Meski demikian, Soraya yang juga hadir dalam gelaran tersebut sebagai influencer dan penyanyi, mengatakan jika brand image yang telah dibangun oleh para influencer tidak akan menurun meski nanti kontennya akan dibumbui dengan sosialisasi program Pemkot Surabaya. "Tadi waktu kaborasi yang diminta oleh Cak Ji dengan melibatkan influencer itu pengen mengangkat dari karakter kita (influencer) masing-masing. Misal TikTok, kita bisa memperkenalkan Surabaya dengan platform TikTok itu. Atau mungkin bisa di musik ataupun foto," pungkasnya. mbi