Gedung Isolasi Pasien Covid-19 di Blitar Dikosongkan

Gedung isolasi di asrama mahasiswa Poltekkes di jalan dr Soetomo.

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Angka kasus pasien covid-19 setiap harinya di Blitar terus menurun. Pemerintah kota (Pemkot) Blitar memutuskan mengosongkan gedung isolasi di asrama mahasiswa Poltekkes di jalan dr Soetomo.

Sekretaris Dinkes Pemkot Blitar Dharma Setyawan mengatakan Pemkot Blitar mengalihkan perawatan pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan di Tempat Isolasi Terpusat (Isoter) Kampus PGSD Universitas Negeri Malang (UM) di Jl Ir Soekarno.

"Kasus baru semakin turun. Jadi kami fokuskan penanganan pasien Corona di gedung isoter. Ini agar anggarannya efektif dan efisien juga," jawab Dharma saat dikonfirmasi, Rabu (13/10/2021).

Walaupun telah dikosongkan, namun Dharman menegaskan jika lokasi isolasi di Poltekkes tidak akan ditutup. Fasilitas ruang isolasi akan tetap disediakan sebagai tindakan antisipasi jika terjadi kasus baru yang jumlahnya melampaui kapasitas di isoter.

Kapasitas ruang isolasi di Poltekkes sendiri bisa menampung 126 pasien. Sedangkan isoter di gedung PGSD memiliki kapasitas 136 bed. Pemkot Blitar sendiri tetap menerapkan isolasi mandiri demi kenyamanan pasien jika memang kondisi lokasi mendukung percepatan proses penyembuhan pasien.

"Saat ini di isoter, okupansinya terisi 18 bed. Pasien yang lain isoman karena mereka merasa lebih nyaman dan kondisinya mendukung," ungkapnya.

Pemkot Blitar menjadi percontohan penerapan PPKM level 1. Berbagai upaya terus dilakukan dalam menjalani kehidupan era baru (new normal) saat pandemi melanda. Pada Kamis (16/10), serbuan 10.000 vaksin akan dilaksanakan di Gedung Kesenian Jalan Kenari Kota Blitar.

Menurut Dharma, 10.000 vaksin itu dengan sasaran 5.000 vaksin dosis 1 dan 5000 vaksin dosis kedua. Selain itu, pada Sabtu (16/10) akan dilaksanakan forum grup diskusi antara seluruh OPD dan forkopimda untuk menyatukan visi misi dan energi dalam menjalani era new normal.

"Pemakaian masker tetap paling efektif menghindari paparan dan terinfeksi Corona. Kami harap warga kota tetap tertib dan disiplin memakai masker agar kita bisa menjalani new normal ini tanpa ada tambahan kasus baru," pungkas Dharma.