Gejala Baru Positif Covid-19, Mulut Kering dan Gangguan Pendengaran

Rapidtest antigen pengunjung THM, oleh Satgas Penanganan Covid-19. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Lebih dari setahun pandemi Covid-19 belum kunjung membaik. Virus corona penyebab Covid-19 memiliki sejumlah gejala umum dan gejala khusus yang berbeda-beda. Bahkan kini terungkap gejala baru penyakit tersebut yakni mulut kering dan gangguan pendengaran, Minggu (18/4/2021).

Di sisi lain, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat meminta masyarakat untuk tidak menganggap remeh gejala tidak biasa yang dialami. Meski belum dapat dipastikan gejala itu merujuk pada Covid-19, namun gejala-gejala itu penting untuk dilakukan uji lebih lanjut. Misalnya konjungtivitas atau mata memerah, disfungsi Eustachian Tube atau gangguan pendengaran, dan gangguan gastrointestinal (saluran cerna).

Sebelumnya, sejak awal kemunculannya, berbagai reaksi tubuh disebut sebagai gejala dari Covid-19. Mulai dari sesak napas, batuk kering, hingga suhu tubuh tinggi. Seiring berjalannya waktu, beragam gejala baru juga ditemukan seperti hilangnya indera perasa dan penciuman, nyeri sendi, sakit tenggorokan, muncul ruam pada area kulit tertentu, diare, dan sebagainya..

Laporan terbaru dari National Institute of Health menunjukkan setengah dari pasien virus corona menderita gejala mulut kering atau Xerostomia. Gejala itu terjadi akibat kelenjar ludah di mulut tidak menghasilkan cukup air liur yang bisa menjaga mulut tetap basah.

Gejala lain yang masih ada di area mulut adalah lecet atau sariawan yang terjadi di bagian selaput lendir rongga mulut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, semua ini terjadi saat virus menyerang lapisan dan serat-serat otot yang ada di mulut.

Satu lagi, gejala yang semakin banyak ditemukan pada penderita Covid-19 adalah permukaan lidah yang nampak putih dan tidak rata yang bisa menyebabkan perubahan sensasi lidah dan nyeri otot saat mengunyah. Jika seseorang memiliki gejala lidah putih seperti ini, biasanya akan mengalami kesulitan mengunyah dan berbicara.

Selain itu, menurut Kepala Departemen Mikrobiologi dan Pengendalian Infeksi di Dharamsila Narayana Superspeciality Hospital, Dr Gitali Bhagwati mengatakan, banyaknya gejala yang bermunculan disebabkan virus yang dapat menyerang berbagai macam bagian tubuh.

"Perlu kita cermati bahwa Covid-19 bukan hanya infeksi saluran pernapasan. Selain paru-paru (Covid-19) juga menyerang pembuluh darahh dann organ tubuh lainnya, sehingga bisa bermanifestasi dalam gejala yang bahkan tidak kita ketahui," katanya. Dsy14