Gelar Aksi Peduli Bencana NTT dengan Pertunjukan Ketoprak Online

Aksi tokoh Joko Pakarti menaklukkan ketua kelompok berandal dengan latar belakang green screen. SP/ TRG

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Kabul Cultural Space (KCS) kembali beraksi lewat pertunjukan ketoprak secara online dengan green screen secara live untuk amal peduli bencana Nusa Tenggara Timur (NTT). Jika biasanya pertunjukan tersebut direkam dan dimasukan ke dalam suatu aplikasi di komputer dahulu untuk perubahan berbagai efek. Namun untuk kali ini dilakukan secara live, yaitu para pemain beraksi, sekaligus dibuat berbagai efek yang menceritakan setiap adegan, Selasa (20/4/2021).

Tujuannya untuk menampilkan hal itu karena ingin menghadirkan kesan yang beda dan nyata, seperti menonton ketoprak secara langsung. Juga untuk mendukung wacana pemerintah mencegah kerumunan untuk memenuhi protokol kesehatan (prokes) pada pandemi Covid-19 saat ini.

Pertunjukan ketoprak lewat online, yang memadukan budaya pertunjukan ketoprak dengan suatu teknologi terkini yang hanya bisa dilihat lewat kamera. Sebab latar pertunjukan tersebut hanya green screen yang dilihat dengan kepala pastinya biasa-biasa saja.

Tangkapan layar kanal YouTube Septa Erwida yang menampilkan adegan pertempuran Joko Pakarti dan ketua kelompok berandal. SP/ TRG

Sedangkan proses pengumpulan pemain dan pemilik perlengkapan terbilang sedikit sulit, sekitar tujuh hari, dan tiga kali, serta semua belum saling kenal bisa menerapkannya. Apalagi dari segi visual green screen teknologi semua yang terlibat baru pertama kali melakukan baru pertama, sehingga hal itu merupakan pertunjukan yang luar biasa.

sutradara Ketoprak, KCS Kurnia Septa Erwida mengungkapkan adanya berbagai efek, seperti latar berbentuk hutan yang gersang, maupun gambaran tenaga dalam yang digunakan para pemain muncul silih berganti. "Mungkin pertunjukan ketoprak dengan memadukan teknologi secara live streaming ini merupakan pertama di Jawa Timur (Jatim) apalagi di Trenggalek," ungkapnya.

Secara tersirat, ketoprak tersebut memiliki pesan moral, apa yang ada di dalam bumi jangan seenaknya diambil. Sebab jika diambil bisa menimbulkan bencana. Sedangkan dari hasil pertunjukan tersebut sementara ini telah terkumpul Rp 10,235 juta.

"Karya ini merupakan karya yang kami garap bersama, sebab banyak yang terlibat di dalamnya dengan asas keikhlasan karena semua yang terkumpul akan didonasikan. Dari situ banyak yang tidak pernah muncul namun potensinya bisa tergali setelah masuk dalam pagelaran ketoprak ini," jelasnya. Dsy5