Gelar Game Hadiahnya Voucher Untuk Event Lanjutan

Suasana rekonstruksi penggerebekan pesta gay

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Polisi menggelar proses rekonstruksi penggerebekan pesta gay di The Kuningan Suites, Jakarta Selatan pada Rabu (2/9) kemarin. Sebanyak 26 adegan diperagakan mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan.

"Rekonstruksi ini penyidik ingin mensinkronkan apa yang didapat dari BAP saksi, tersangka dan barang bukti, ingin melihat fakta sebenarnya yang dilakukan di lapangan," tutur Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Dalam acara tersebut, para peserta mulai tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB. Kemudian, satu per satu peserta memasuki lobi hotel. Acara pesta baru dimulai pada pukul 21.00 WIB. Sesuai undangan, peserta harus mengikuti acara tersebut hingga pukul 03.00 WIB.

Sebelum masuk ke ruangan acara, para peserta mesti lebih dulu mengecek namanya di meja registrasi. Kemudian, dilakukan pengecekan untuk memastikan tak ada yang membawa senjata tajam, senjata api, hingga narkoba.

Peserta kemudian diberikan snack yang telah disiapkan oleh para tersangka. Lalu, mereka diminta untuk melepas semua bajunya, sebab itu merupakan aturan dari penyelenggara.

"Peserta yang sudah telanjang masuk ke kamar mandi untuk mandi secara bergantian. Setelah mandi mereka kumpul menunggu acara dimulai," kata penyidik dalam rekonstruksi.

Acara itu dimulai oleh tersangka TRF yang memberikan kata sambutan dan membacakan peraturan.

Permainan pun dimulai dengan memutar musik. Dengan iringan musik peserta memutar botol secara estafet. Jika musik berhenti dan botol berada di salah satu peserta, maka dia harus maju dan mengikuti lomba.

Tak berhenti sampai di situ, tersangka TRF juga memandu para peserta untuk melakukan hubungan seks secara bebas.

"Dia (TRF) meminta untuk mencari pasangan untuk berhubungan badan di kamar dan tidak boleh ditutup pintunya," ujar penyidik.

Bahkan, tersangka juga sempat memutarkan video porno yang telah disiapkan sebelumnya.

Di tengah permainan para peserta pesta gay, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan.

Dari rekonstruksi tersebut, terungkap jika acara tersebut tidak digerebek, penyelenggara akan menggelar event lanjutan.

Hal tersebut terungkap dari sejumlah ‘game’ yang dibuat dalam acara tersebut. Hadiah bagi pemenang games adalah voucher potongan harga tiket sebesar 50 persen untuk event selanjutnya.

"Satu hal terkuak di fakta rekonstruksi bahwa adegan-adegan dari game satu dengan terakhir, bahwa setiap pemenang dari game yang dilakukan akan diberi hadiah terkait dengan event selanjutnya dengan diskon 50 persen," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/9/2020).

“Artinya apa? Akan ada event selanjutnya. Kemungkinan kalau komunitas ini tidak ditangkap, akan ada event lagi seperti ini,” sambungnya.

Diketahui, harga tiket peserta sebesar Rp 150-350 ribu. Pada pesta seks itu, panitia membuat sejumlah permainan berbau pornoaksi.

Dalam kasus ini, sembilan orang selaku penyelenggara pesta gay ditetapkan sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, para tersangka itu dijerat Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 33 Jo Pasal 7 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.