Gelar Temu Bisnis, Upaya DKP Pulihkan Ekonomi Jawa Timur

Kepala Dinas Kelautan & Perikanan Jatim Dr Ir Dyah Wahyu Ermawati (tengah) didampingi Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto (dua dari kiri), dan Ir Amak M. Yoqoub CEO PT Spiralife Biotkenologi Indonesia (dua dari kanan) dalam acara Temu Bisnis dan Forum I

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melakukan Kegiatan Temu Bisnis dan Forum Investasi di Dyandra Convention Center Surabaya Kamis (25/11/2021) dengan tema “Menarik Minat Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan di Jawa Timur”. Sejumlah pengusaha yang selama ini bergerak di bidang perikanan dan kelautan serta Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jatim ikut hadir secara offline maupun online yang digelar dalam rangka Hari Ikan Nasional ke-8 dan satu rangkaian Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-76.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Dr Ir Dyah Wahyu Ermawati mengatakan, target dari temu bisnis dan forum investasi ini dilakukan dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat Jawa Timur. Khususnya di wilayah sekitar pesisir. “Kami tak hanya ingin mengembangkan peluang bisnis tapi juga untuk menarik investasi di infrastruktur pelabuhan kita sendiri. Banyak sekali peluang yang belum bisa dimanfaatkan,” terang Dr Ir Dyah Wahyu Ermawati disela acara tersebut.

Sinergitas penguatan kelembagaan untuk pelaku usaha (UMKM) sektor kelautan dan perikanan dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jendral Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (KKP-PDSPKP), Dinas Perikanan Kab/Kota dan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi dalam melakukan pembinaan poklahsar (kelompok pengolah dan pemasar) hasil perikanan yang mandiri dan berdaya saing di 5 lokasi terpilih. Jumlah kelompok poklahsar di Jawa Timur sebanyak 1. 435.

 Tentunya pembinaan dan pendampingan masih harus senantiasa ditingkatkan agar semakin bertambah pelaku usaha yang naik kelas sehingga diharapkan dapat mengembangkan usahanya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat secara nasional maupun ekspor. Keluaran yang ingin dicapai oleh Dinas Kelautan dan Perikanan dari kegiatan pembinaan kelembagaan, penguatan usaha dan kenaikan kelas bagi poklahsar yaitu terwujudnya kemitraan pelaku usaha dalam meningkatkan investasi sektor kelautan dan perikanan. Fasilitasi Kemitraan terjalin antara kelompok poklahsar dengan pelaku usaha (investor/ pihak ke III dengan nilai Rp 3.675.000.000.

Ditambahkannya, Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim juga akan terus membenahi sarana dan prasarana di setiap pelabuhan perikanan. “Agar ditempat kita ini tiap pelabuhan tidak hanya untuk produksi perikanan tapi juga area wisata. Yang bisa menyedot pengunjung banyak juga leesure hiburan wisata sekaligus melakukan transaksi perikanan yang bisa memberi nilai ekonomi bagi para nelayan dan masyarakat sekitarnya,” pungkasnya.

Sinergitas penguatan kelembagaan untuk pelaku usaha (UMKM) sektor kelautan dan perikanan dilakukan dengan memberikan akses pembiayaan mengakselerasi pemulihan ekonomi di Jawa Timur pada masa pandemi Covid-19. Pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait penyaluran pembiayaan akses permodalan dan pemberian program program relaksasi dan restrukturisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui bank pelaksana sesuai keputusan Menteri Ekonomi Nomor: KEP-22/M.EKON/10/2009 dan Permen Kelautan dan Perikanan Nomor: 60 tahun 2020. Program lainnya yang mendukung pemulihan ekonomi sektor kelautan dan perikanan di Jawa Timur adalah Dagulir (Dana Bergulir) yang merupakan program pemerintah provinsi Jawa Timur yang diatur dalam Pergub Provinsi Jawa Timur Nomor 37 Tahun 2020.

Provinsi Jawa Timur terdapat Tenaga Pendamping Usaha (TPU) yang merupakan personel yang medampingi Usaha Mikro Kecil (UMK) yang melakukan pembinaan pengelolaan keuangan dengan tujuan meningkatkan status kelayakan finansial (bankbality). Tenaga pendaping Usaha telah berupaya membantu pelaku usaha dalam mengakses Permodalan, hingga bulan November yang telah disalurkan sejumlah Rp 8.850.500.000,-.

Sementara itu, Ir.Nurwahidah, MAP Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan mengatakan, dengan bertambahnya sarana dan prasarana di pelabuhan perikanan, maka diharapkan akan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan produksi serta nilai produksi hasil perikanan. Sehingga akan berdampak pada peningkatan perekonomian di provinsi jawa timur. Dengan harapan kegiatan ini  dapat menumbuhkan   minat, dan kerjasama antara pelaku usaha ataupun pemilik usaha dengan investor. “Dari kegiatan temu Bisnis ini telah terjalin minat investasi sejumlah Rp 412.800.000.000,” kata Nurwahidah usai acara. rko