Gelar Wayang Kulit di Mojokerto, Partai Golkar Jatim Ajak Teladani Lakon Kuntodewo Jumeneng

Ketua DPD Partai Golkar M Sarmuji menyerahkan Gunungan kepada Dalang Ki Wardono di acara Wayang Kulit Mojokerto, Sabtu malam 13/8/2022. Foto : SP/Riko

 

Mojokerto, Surabayapagi.com - DPD Partai Golkar Jatim kembali menggelar pagelaran wayang kulit dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 77 Tahun. Kali ini, pagelaran wayang kulit diadakan di Lapangan Badung, Kedung Lengkong, Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, 13-14 Agustus semalam suntuk.

 

Acara wayang kulit di Mojokerto ini adalah bagian dari niat Partai Golkar Jawa Timur untuk menggelar wayang kulit di 10 daerah. Sesuai amanat dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Sebelumnya, wayang kulit telah digelar di Bojonegoro, Ngawi dan Malang. Tujuannya adalah untuk hiburan masyarakat sekaligus melestaikan kesenian budaya Indonesia. Serta menghidupkan pedagang-pedagang kecil di daerah agar ekonomi kembali bangkit pasca 2 tahun dilanda Covid19.

 

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, M Sarmuji mengatakan, pertunjukan Wayang Kulit ini merupakan salah satu bentuk komitmen Partai Golkar mencintai budaya Indonesia khususnya Jawa. Masyarakat masih sangat menunggu digelarnya acara-acara hiburan yang dibalut dengan pesan pesan moral di setiap judul pewayangan. “Bagi kami, wayang kulit itu tidak sekedar hiburan untuk masyarakat, tapi di wayang kulit ini mengandung pesan-pesan moral yang bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Sarmuji, saat membuka PAgelaran wayang Kulit semalam suntuk di Mojokerto, Sabtu malam (13/8/2022). Dalam kesempatan itu, Anggota DPR RI ini didampingi Bendahara DPD PG Jatim Blegur Prijanggono serta beberapa Wakil Ketua DPD seperti Heri Sugihono, Bayu Airlangga, Meulila Usman, Anggota DPR RI Dapil X Yahya Zaini,  dan beberapa pengurus DPD lainnya. 

 

Pesan moral dalam wayang kulit di Mojokerto ini, kata Sarmuji, terasa kental dari Judul Lakon Kuntodewo Jumeneng. Apalagi ditambah dengan genre Wayangan yang dipakai adalah Jekdong atau Pesisiran. Sarmuji menyebut, biasanya menyaksikan wayang kulit itu genrenya Soloan atau Yogyaan. Terutama di daerah-daerah mataraman seperti Kediri, Tulungagung, Blitar, Ngawi dan sekitarnya. “Sejak tadi saya menikmati wayangan karena biasa melihat wayangan di dapil Tulungangung Kediri dengan genre Soloan/Yogyaan. “Alhamdulillah kita bisa memelihara kebudayaan dengan  cara seperti ini. Semoga kesenian Wayang genre Jekdong ini bisa terus lestari bersama Partai Golkar,” sebut Sarmuji.

 

Dijelaskannya, Partai Golkar tidak akan lelah mengingatkan dalam kehidupan sehari-hari belajar dari lakon-lakon wayang yang dimainkan oleh Dalang. Seperti halnya, Lakon pertunjukan malam itu, “Kuntodewo Jumeneng”. Kuntodewo (Puntodewo) ialah salah satu tokoh Pandawa yang dapat diteladani sifat kalem namun kuat. Sedangkan Jumeneng artinya adalah berdiri atau Menang. “Supaya bisa Jumeneng atau menang itu ada syaratnya. Semua orang pasti ingin menang atau Jumeneng. Tapi siapa yang bisa Jumeneng Noto itu pasti orang-orang yang terpilih,” pesan Sarmuji.

 

Misalnya dialami Pandawa Lima, ketika ingin Jumeneng Noto maka terlebih dahulu melalui cobaan-cobaan dan ujian. Meskipun dia adalah orang yang sudah baik budi pekertinya, Ikhlas dan sabar. “Pesannya adalah menawi tiyang niku jujur netepi dalan ingkang lurus, Insya Allah Gusti Allah paring Kemenangan,” cetus Sarmuji yang digadang-gadang maju sebagai calon Gubernur di Pemilu 2024 ini.

 

Kegiatan Wayang Kulit yang dikawal langsung ketua DPD PG Mojokerto Winajat, berlangsung cukup meriah meski awalnya sempat turun hujan gerimis. Aksi dalang Ki Wardono dan lawak Mamat Cs cukup memukau para penonton. Animo masyarakat di Kabupaten Mojokerto sama sekali tidak surut untuk menonton kesenian wayang kulit hingga selesai. Terbukti, begitu pukul menunjukkan 21.00, hujan reda dan penonton terus berdatangan. Para pedagang UMKM yang menyertai acara wayang kulit inipun dapat meraup untung lumayan. 

 

Acara semakin meriah ketika Bupati Mojokerto Hj Ikfina Fatmawati dan Wakil Bupati Gus Bara juga ikut hadir bahkan menonton wayang kulit sampai Minggu Dini Hari. Bupati Ikfina lantas menyebut, wayangan adalah suatu kegiatan dari budaya luhur bangsa Indonesia yang memaknai kegiatan spesial di setiap daerah. “Mudah mudahan wayang kulit ini dapat mendorong lebih trepacunya ekonomi Mojokerto melalui pengembangan Budaya. Kami terimakasih kepada Partai Golkar, sudah menggelar acara Wayangan menyambut Hari Kemerdekaan ke 77 Tahun Republik Indonesia dengan tagline Pulih lebih cepat bangkit lebih kuat,” ucap Bupati Ikfina. rko