Gerak Masif Pelindo Regional 3 Perangi Pungli di Wilayah Pelabuhan

Foto bersama jajaran Pelindo Regional 3 dalam gelaran Coffe Morning.SP/SAMMY MANTOLAS

SURABAYAPAGI, Surabaya - Upaya memerangi dan menciptakan pelabuhan Indonesia bebas dari pungutan liar (pungli) masif dilakukan oleh Pelabuhan Indonesia regional 3.

Setelah berbenah di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kali ini Pelindo regional 3 mengajak seluruh stakeholder di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dalam upaya menghilangkan praktek tersebut.

Melalui sistem sistem pelaporan whistleblowing system, perusahaan plat merah ini meminta agar masyarakat dapat melapor manakala menemukan indikasi adanya praktek pungli.

"Kami memiliki tekad dan komitmen penuh dalam memberikan layanan terbaik kepada para pengguna jasa kami salah satunya adalah layanan bebas dari pungli," kata Regional Head 3 Pelindo Ardhy Wahyu Basuki dalam keterangan resmi yang diterima Surabaya Pagi, Kamis (25/11/2021).

Untuk membuat laporan adanya indikasi pungli di pelabuhan, masyarakat dapat mengakses website pelindobersih.whistleblowing.link/ dan memilih menu membuat laporan untuk melaporkan kecurangan yang ditemukan.

Masyarakat juga dapat melaporkan melalui whatsapp di nomor 0811-933-2345. Seluruh layanan tersebut akan terhubung langsung dengan tim whistleblower Pelindo selama 24 jam.

Selain pungli, ada pula bentuk kecurangan lain yang dapat dilaporkan. Diantaranya adalah indikasi penipuan, indikasi tindakan curang, indikasi penggelapan, indikasi benturan kepentingan, indikasi penyuapan, indikasi pelanggaran kebijakan dan peraturan perusahaan, indikasi pencurian, indikasi korupsi serta indikasi pemerasan.

"Kami sadar tentunya kami tidak bisa berjalan sendiri oleh karenanya […] kami meminta untuk semua pihak membantu mengawasi dan melaporkan kepada kami melalui whistleblowing system Pelindo jika di lapangan ditemukan praktek-praktek yang dirasa janggal," tegasnya.

Sementara itu  KSOP Kelas 1 Tanjung Emas, Teguh Arif Handoko serta perwakilan asosiasi pengguna jasa yakni ALFI/ILFA, mengapresiasi sekaligus mendorong Pelindo sebagai satu satunya operator pelabuhan terbesar di Indonesia untuk senantiasa meningkatkan pelayanannya baik dari sisi operasional maupun upaya pencegahan praktik pungli dan gratifikasi.

Dengan adanya layanan pelabuhan yang bersih tersebut, diharapkan akan mempengaruhi biaya logistik yang dikeluarkan para pengguna jasa.

"Kami menyambut baik kegiatan ini karena momen diskusi antar Stakeholder sangat diperlukan demi kelancaran proses bisnis di Pelabuhan, selain itu upaya pelindo mewujudkan pelabuhan bersih juga harus terus kita dorong karena hal tersebut akan sangat berpengaruh pada biaya logistik yang kami keluarkan," aku teguh.sem