Gerombolan Pelajar SMK Corat-coret Gapura Wisata Bromo

Foto aksi vandalisme sejumlah pelajar SMK yang mencoret-coret gapura wisata Bromo.

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Para pelajar khususnya pelajar SMA merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret. Namun aksi corat-coret yang dilakukan sejumlah pelajar SMA di Pasuruan ini membuat warga geram.

Bagaimana tidak, tak hanya mencoret-coret seragam sekolah, para pelajar juga mencoret-coret gapura menuju kawasan wisata Bromo.

Aksi vandalisme tersebut dimaksudkan untuk mengekspresikan rasa ‘bangga’ karena lulus sekolah. Bahkan video dan foto aksi vandalisme beredar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi 55 detik itu,  gapura selamat datang kawasan wisata Bromo-Tengger yang sedianya indah berwarna abu-abu, berubah menjadi tak karuan warnanya. 

Gapura tersebut dikotori dengan coretan pilok bermacam warna, dari biru, hitam, merah, dan bermacam warna cat. 

Tak jauh dari gapura, sebanyak 24 pelajar yang masih mengenakan seragam putih abu-abu tengah berpose di tengah jalan. Baju yang mereka kenakan juga penuh dengan coretan cat semprot.

Rupanya tak puas mencoret gapura dan seragam, mereka lantas beraksi di badan jalan dengan menorehkan cat semprot. Tangan-tangan jail ini menorehkan sejumlah sekolah yang diduga menjadi tempat mereka belajar.

Aksi vandal ini disayangkan oleh warga sekitar. Salah seorang warga mengeluhkan coretan yang ditinggalkan remaja tanggung tersebut.

“Yaopo lek ngene iki wes, lah iki, ono SMK Pasuruan, PGRI, iki embong-embonge ditulisi, iki SMKN 1, panik gak, apik tulisanmu lur, (bagaimana kalau seperti ini, lah ini, ada SMK Pasuruan, PGRI, ini jalan-jalan ditulisi, ini SMKN 1, panik gak, bagus tulisanmu lur),” tutur warga setempat dalam video berdurasi 55 detik itu, Rabu (9/6).

Dalam video itu, tertulis sejumlah nama sekolah. Antara lain SMKN 1, SMK Pasuruan, SMK PGRI, SMK Jawara, SMK Mutu, SMK 2 dan lainnya. Ada juga coretan kata-kata jorok dan ekspresi bangga karena lulus.

Video vandalisme tersebut mendapat komentar buruk dari sejumlah warga.

“Lulus, SMK, yo opo ngene iki, gak melok duwe tembok dioret-oret ngene iki, deloken! (Lulus, SMK, bagaimana seperti ini, tidak ikut memiliki tembok dicoret-coret seperti ini, lihatlah),” keluh salah satu warga.

Sementara tak tampak nama sekolah di Kecamatan Tosari, lokasi gapura yang menjadi sasaran vandalisme. Camat Tosari Edy Priyanto membenarkan gapura yang viral itu di wilayahnya. Aksi vandalisme itu dilakukan pada Selasa (7/6).

"Benar itu gapura di Tosari. Kemarin kejadiannya," kata Edy.