GOR Jayabaya Dibuka, Masuk Wajib Scan Aplikasi PeduliLindungi

Pengunjung GOR Jayabaya Kediri dilakukan tes suhu badan saat hendak masuk area GOR.

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Gelanggang Olahraga (GOR) Jayabaya di Kota Kediri kembali dibuka. Karena masih dalam masa pandemi, protokol kesehatan diterapkan secara ketat, selain itu para pengunjung juga wajib melakukan scan aplikasi PeduliLindungi saat hendak masuk area.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan pemkot membuka fasilitas publik secara bertahap termasuk GOR Jayabaya Kediri. Dengan kembali dibuka GOR Jayabaya tersebut diharapkan masyarakat tetap dapat mematuhi protokol kesehatan.

"Beberapa fasilitas umum bertahap telah kami buka termasuk GOR Jayabaya. Hal ini dengan harapan masyarakat Kota Kediri dapat kembali berolahraga di GOR Jayabaya, sekaligus juga membantu memulihkan perekonomian para pedagang yang ada di sekitar GOR . Namun tetap diingat, masyarakat harus senantiasa tertib menjalankan 5M," kata Wali Kota di Kediri, Rabu (27/10).

Sesuai peraturan PPKM Level 1, sebelum memasuki GOR para pengunjung diwajibkan scan QR Code aplikasi PeduliLindungi. Hal itu juga sebagai upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19.

GOR tersebut sudah dibuka untuk umum dan kini sudah beragam kegiatan dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain dimanfaatkan sebagai sarana olahraga bagi warga, juga terdapat kegiatan simulasi pementasan seni dan budaya Panji yang diadakan Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan bahwa seluruh pengunjung GOR Jayabaya dipastikan sudah divaksin. Untuk itu, setiap masuk ke area GOR harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi tersebut.

"Disbudparpora telah membuka kembali GOR Jayabaya dengan catatan seluruh pengunjung telah vaksin. Sudah terpasang juga QR Code Peduli Lindungi di pintu utama masuk GOR dan seluruh pengunjung harus scan," ujar Nur.

Mengenai kapasitas, Nur mengatakan saat ini GOR Jayabaya menampung 25 persen dari daya tampung kisaran 8.000-10.000 orang pengunjung. Pada tribun juga telah diberi tanda "X" dengan jarak 2 meter.

"Pembatasan pengunjung yang masuk otomatis telah terpantau melalui aplikasi PeduliLindungi," kata Nur.

Koordinator Pengelola Harian GOR Jayabaya Dian Adi Wicaksono mengatakan para pengunjung juga akan diminta menunjukkan surat vaksin selain memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi.

"Seperti saat ada pementasan jaranan, selain pakai PeduliLindungi pengunjung juga bisa menunjukkan kartu vaksin," ujar Dian.

Pada awal bulan November 2021, rencananya juga akan diadakan kembali kegiatan di GOR Jayabaya dan telah ditetapkan teknis protokol kesehatan penonton yang ketat mulai dari hanya penonton dengan vaksin lengkap yang boleh masuk, pengukuran suhu dan memastikan tubuh dalam kondisi sehat.

"Selain itu, jumlah penonton akan dibatasi hanya mencapai 10 persen dari kapasitas dan kami telah mempersiapkan jalur masuk dan keluar yang berbeda bagi penonton," kata Dian.