Granat Nanas Dan Peluru, Gegerkan Warga Pakis

Petugas jihanbom Brimob Polda Jatim langsung membersihkan bom nanas dan peluru Rabu (20/1/2021)

Surabaya Pagi, Surabaya Teriakan salah satu warga Jalan Pakis, Sawahan, Surabaya mendadak gempar, Rabu (20/1/2021). Petugas Satgas PU Bina Marga Kota Surabaya menemukan sebuah granat nanas dan tiga butir peluru dari dalam sungai Jalan Pakis, Sawahan, Surabaya. Salah satu petugas Satgas PU Bina Marga Kota Surabaya, Syaiful, 43, mengatakan granat nanas itu ditemukan saat sedang membersihkan endapan tanah di sungai tepat bawah jembatan Jalan Pakis sekitar pukul 09.00. Tidak lama kemudian, saat melakukan penggalian endapan tanah menggunakan cangkul, petugas mendapati benda padat yang nyangkut dicangkul. Setelah diambil ternyata sebuah granat. "Awalnya nyangkut di cangkul, saya kira mainan, ternyata granat," ungkap Syaiful ditemui di lokasi, Rabu (20/1). Mengetahu benda tersebut granat, Syaiful lalu memberitahu rekan kerjanya. Sejurus kemudian granat dibersihkan dengan dicuci air. Selanjutnya, diangkat ke atas pinggir jalan dibungkus karung. "Ada satu granat dan tiga peluru," sebutnya. Saat ditemukan, granat dan peluru berjarak sekitar 50 centimeter. Dari bentuknya, granat sudah berkarat karena terpendam dalam endapan tanah sungai. "Untung saja nggak meledak mas. Saya juga gak tau masih aktif atau tidak," ucapnya. Menindaklanjuti temuan itu, Wakil RT 13 RW 06, Pakis, Karnoto lalu melapor ke Babinkamtibmas Kelurahan Pakis. Kemudian diteruskan ke Polsek Sawahan. Petugas sembari menunggu Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jatim juga sempat mengamankan lokasi dengan memasangi garis polisi. Kapolsek Sawahan Kompol Wisnu Setyawan Kuncoro mengungkapkan, untuk mengamankan granat Polsek Sawahan bekerjasama dengan Polrestabes Surabaya dan Tim Jibom Gegana Polda Jatim. Petugas juga sempat menutup sementara Jalan Pakis saat proses evakuasi granat dan melakukan pengalihan arus lalu lintas. "Dipastikan granat nanas. Polda Jatim menurunkan Jibom, dan saat ini granat dan peluru dibawa ke Polda untuk diteliti," ujar Wisnu, di Jalan Pakis, kemarin.nt