Hampir 3 Bulan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Belum Bisa Tangkap 2 Buron Pengeroyok Mahasiswa AWS

Almarhum Zainal Fattah saat hidup, hingga kini kasusnya belum tuntas di tangan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

 SURABAYAPAGI, Surabaya - Polres Pelabuhan Tanjung Perak belum mampu tangkap dua buron yang diduga ikut andil dalam pengeroyokan Mahasiswa Stikosa AWS Zainal Fattah.

Padahal kasus tersebut sudah berjalan kurang lebih tiga bulan sejak pertama kali dua tersangka Achmad Gufron dan Mohammad Imron diamankan oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat ini Polres Pelabuhan Tanjung Perak baru mengamankan tiga tersangka dari lima dugaan tersangka. Saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu M Gananta hanya memberikan jawaban singkat perihal dua buron yang masih berkeliaran.

"Sementara masih mencari mas. Jika ada info mohon dibantu mas", ujarnya via pesan singkat Whatsapp, Senin, (19/07/2021).

Jawaban serupa juga didapat oleh Surabaya Pagi saat menanyakan kabar dua buron pengeroyok Zainal Fattah kepada AKBP Ganis Setyaningrum selaku Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak. Ia menjelaskan bahwa keduanya masih dalam proses penyelidikan.

Sayangnya, ketika ia ditanya lebih lanjut perihal apakah ada upaya khusus untuk menangkap dua buron tersebut ia tidak membalas pesan yang dikirimkan. Ibunda Fattah, Satiah menjelaskan bahwa pihaknya sudah terus menerus meminta keadilan bagi almarhum Fattah. Tetapi jawaban yang diberikan selalu tidak memuaskan.

"Saya sampek bilang mas itu kan kedua buron itu punya orang tua, kok ga di tanya aja dimana anaknya", ujar Ibu Fattah saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, Senin(19/07/2021).

Lebih lanjut, Satiah akan terus mencari keadilan demi anak laki - laki tercintanya tersebut. " Saya akan terus tanyakan kepada pihak kepolisian", tutup Satiah.ang