Hanya Soal Asmara, Ronald Tannur Aniaya Dini dengan Cara Brutal dan Sadis Sampai Tewas

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 06 Okt 2023 20:44 WIB

Hanya Soal Asmara, Ronald Tannur Aniaya Dini dengan Cara Brutal dan Sadis Sampai Tewas

i

Wajah Gregorius Ronald Tannur hanya tertunduk lesu usai ditangkap dan ditahan Polrestabes Surabaya usai menganiaya Andini hingga tewas. Ronald sejak Jumat (6/10/2023) sudah ditahan. SP/Ariandi

Anak Anggota DPR RI F-PKB Edward Tannur Itu Pukuli Cewek Cantik Sukabumi dengan Botol Miras, Lalu Tubuhnya Dilindas Mobil dan Diseret 5 Meter di Parkiran Lenmarc Mall 

 

Baca Juga: Pencari Rongsokan di Gresik Ditemukan Tewas di Tambak

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tak butuh waktu lama, untuk menangkap Gregorius Ronald Tannur (31), penganiaya Dini Sera Afrianti (DAS) alias Andini (27) wanita cantik asal Sukabumi hingga meninggal dunia. Bahkan, sejak kasusnya viral di media sosial dan menjadi perhatian publik. Anak anggota DPR RI asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Edward Tannur ini pun, sejak Kamis malam sudah mendekam di tahanan Polrestabes Surabaya. Jumat (6/10/2023) siang usai sholat Jumat, pun sudah memakai rompi tahanan dan ditunjukkan ke publik. Ternyata, penganiayaan yang dilakukan Ronald kepada Andini sangat sadis. Mulai dari dipukul botol miras,

“Berdasarkan fakta-fakta penyidikan yang disesuaikan kronologis dan didukung alat bukti maka kami telah menetapkan status saksi GRT laki-laki 31 tahun tinggal di Pakuwon City Surabaya menjadi tersangka,” ujar Kombes Pol Pasma Royce Kapolrestabes Surabaya, saat jumpa pers di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (6/10/2023).

Pasma menjelaskan kronologis peristiwa ini bermula pada Rabu 4 Oktober 2023 sekitar pukul 05.00 WIB pagi, bahwa Polsek Lakarsantri menerima adanya laporan seorang wanita asal Sukabumi, Jawa Barat yang meninggal dunia di apartemen kawasan Surabaya Barat.

“Dari laporan itu dan hasil pemeriksaan diketahui korban DAS meninggal secara tidak wajar dan ditemukan beberapa hal kejanggalan,” ujar Pasma.

Dari laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya dengan melakukan pendalaman dan mencari keterangan saksi. Ketika itu korban tengah menjalani proses autopsi di RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Pihak penyidik langsung melakukan gelar perkara untuk meningkatkan status penyilidikan menjadi penyidikan dengan pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti dan keterangan CCTV yang ada.

“Kami menarik kesimpulan bahwa peristiwa dan krononologi ini mengandung unsur tindak pidana,” imbuh Kapolrestabes.

 

Karaoke dan Miras

Pasma menjelaskan pada hari kejadian korban dan pelaku diundang oleh teman-temannya ke tempat hiburan karaoke Blakchole KTV di Lenmarc, Surabaya.

Di sana korban dan pelaku yang merupakan anak anggota DPR RI, datang di Room 7 dan bergabung dengan kawan-kawannya. Pasma menuturkan, selama di ruangan itu mereka berkaraoke bersama sambil minum-minuman keras.

 

Cek-cok di Tempat Karaoke

Kemudian pada Rabu (4/10/2023) sekitar pukul 00.10 WIB korban Andini dan pelaku Ronald Tannur diketahui sedang bertengkar dan cek-cok di tempat karaoke Blackhole KTV, yang juga disaksikan petugas sekuriti di sana. Dugaan awal, menurut Pasma, diduga dipicu faktor perselisihan asmara antara korban dengan pelaku.

Kata Pasma, dalam pertengkaran itu, pelaku mendendang kaki kanan korban hingga terjatuh dalam posisi duduk. Kemudian setelah duduk pelaku memukul kepala korban sebanyak dua kali menggunakan botol minuman keras. “GRT melakukan pemukulan kepala korban DSA sebanyak dua kali menggunakan botol minuman merek Tequila,” beber Pasma.

 

Diseret dan Dilindas Mobil

Tidak berhenti sampai di situ, Pasma membeberkan peristiwa selanjutnya, yakni saat keduanya turun ke parkiran melalui lift masih terjadi pertengkaran. Setelah keluar dari lift korban mendahului Ronald sambil main HP dan duduk bersandar di pintu mobil sebelah kiri milik pelaku.

Pelaku Ronald kemudian masuk ke dalam mobil di kursi pengemudi. Selanjutnya mobil dijalankan oleh pelaku dari parkir belok ke kanan sedangkan posisi korban di sebelah kiri. “Sehingga mengakibatkan korban terlindas sebagian tubuhnya dan terseret sejauh 5 meter,” kata Pasma.

Korban yang tergeletak kemudian dihampiri oleh sekuriti di parkiran. Namun pelaku berpura-pura tidak tahu mengapa korban sampai tergeletak. Setelahnya Ronald menaikkan tubuh korban Andini ke dalam mobil dan dibawa ke apartemen.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Penganiayaan Balita hingga Tewas

Sesampainya di apartemen, kondisi korban Andini sudah dalam keadaan lemas. Pelaku yang mulai panik memberikan napas buatan sambil menekan dada korban.

Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit kawasan Surabaya Barat untuk dilakukan penindakan namun pada pukul 02.30 WIB korban Andini dinyatakan meninggal dunia.

Pasma menyebut, atas perbuatannya, Ronald akan dijerat dengan dua pasal. Yakni pasal 351 dan 359 KUHP tentang Penganiayaan.

 

Hasil Autopsi Andini

Sementara, Hasil autopsi memperlihatkan betapa brutalnya anak anggota DPR RI itu menganiaya Dini hingga mengalami sejumlah luka dan patah tulang.

Hal itu dibuka oleh Tim Dokter Forensik RSU dr Soetomo dr Reni Sumulyo yang dalam jumpa pers Jumat kemarin, membeberkan hasil autopsi jenazah Dini.

Ditemukan sederet luka yang dialami Dini. Ia mengatakan, pada 4 Oktober 2023 jam 23.30 WIB, pihaknya melakukan pemeriksaan sesuai dengan SOP dan sesuai permintaan polisi.

"Pada pemeriksaan luar, kami menemukan luka memar pada kepala sisi belakang, kemudian pada leher kanan kiri, pada anggota gerak atas, pada dada bagian kanan dan tengah, pada perut kiri bawah, pada lutut kanan, pada tungkai kaki atas atau paha kemudian pada punggung tangan," beber dr Reni.

Ia menambahkan, dalam tubuh Dini juga ditemukan luka lecet pada anggota gerak atas. Sedangkan pada pemeriksaan dalam, ditemukan resapan darah pada otot leher atau lapisan kulit bagian leher kanan dan kiri.

"Kemudian patah tulang disertai resapan darah pada tulang iga kedua sampai lima. Kemudian ada luka memar pada organ paru dan luka pada organ hati," imbuhnya.

Baca Juga: Pengeroyok Sopir Truk hingga Tewas di Situbondo Diringkus

Sederet luka ini didapati Dini usai menerima penganiayaan dari Ronald. Salah satunya soal pemukulan kepala korban dengan botol Tequila.

 

Motif Orang Ketiga

Motif penganiayaan berujung meninggalnya orang, diduga adanya 'orang ketiga' dalam hubungan percintaan antara janda satu anak ini. Perselisihan asmara ini pun yang membuat Andini tewas mengenaskan ditangan Ronald dibenarkan kuasa hukum keluarga korban Adini, Dimas Yemahura Alfarauq.

Dimas tak menampik, kehadiran 'orang ketiga' memicu perseteruan yang terjadi diantara sejoli tersebut. Apalagi, pihak korban Dini, beberapa hari sebelum insiden nahas tersebut, sempat membuat unggah melalui akun TikTok pribadi korban @bebyandine.

Unggahan tersebut bertuliskan, 'Ceweknya mati-matian jaga hati buat cowoknya. Eh cowoknya mati-matian buat matiin ceweknya'.

Kendati demikian, Dimas mengaku, pihaknya sangat terbuka dengan segala bentuk kemungkinan penyebab atau motif dugaan aksi penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor GRT.

Dimas menerangkan, hubungan percintaan antara GRT dan Dini belum genap setahun. Mereka diketahui baru berpacaran kurun waktu lima bulan.

Disinggung mengenai perlakuan kasar cenderung mengarah ke kekerasan fisik dari GRT ke Dini.  Dimas mengungkapkan, GRT diduga sempat beberapa kali melakukan kekerasan fisik kepada Dini, selama kurun waktu lima bulan ini menjalin hubungan percintaan.

Sebelum tewas, Dini sempat curhat soal kematian di TikTok-nya. Dini juga sempat mengirim voice note (vn) ke temannya yang menyebut ia baru dianiaya sang kekasih.

Saat ini, jenazah Dini telah dibawa ke kampung halamannya di Kampung Gunungguruh Girang, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. ari/ham/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU