Harapan Demokrat, PKS, Kadin dan HIPMI pada Eri-Armuji

Herlina Harsono Njoto

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pelantikan Eri Cahyadi dan Armudji sebagai Wali Kota dan wakil Wali Kota Surabaya, Jumat (26/2/2021), disambut antusias banyak kalangan. Mulai dari para pelaku usaha, juga dari para politisi yang pada Pilkada Serentak 2020 kemarin “berseberangan” dukungan dengan Eri-Armuji. Mereka berharap, Eri Cahyadi dan Armudji harus bisa memulihkan kota Surabaya dari pandemi Covid-19 baik dari sektor ekonomi hingga sektor lain.

Herlina Harsono Njoto, S.Psi, M.Psi, politisi dari Partai Demokrat yang juga anggota DPRD kota Surabaya mengingatkan, agar tidak larut dalam gegap gempita pelantikan menjadi Wali Kota Surabaya. Setelah resmi menjadi wali kota Surabaya, baik Eri Cahyadi dan Armudji, tambah Herlina, sudah menjadi milik seluruh warga kota Surabaya.

“Kini (Eri dan Armuji) sudah jadi milik warga kota Surabaya. Jadi lupakan gegap gempita pelantikan dan harus berubah melayani warga Surabaya. Apalagi kini, masih dalam pandemi Covid-19. Penanganan harus dilakukan secara masif dan terstruktur,” kata Herlina.

Bahkan, Herlina mengingatkan, Eri Cahyadi dan Armuji tidak terpaku pada program 100 hari kerja. Namun, yang paling penting, harus memulihkan ekonomi sebagai satu prioritas utama program kerja.

“Jangan terpaku pada 100 hari kerja saja. Memang itu populis. Tetapi bagaimana kini menjalankan program kerja yang sustainable dan bersinergi dengan setiap elemen kota Surabaya, secara cepat, tepat dan cermat,” tegasnya.

Salah satunya, yakni melakukan pemulihan ekonomi setelah anjlok di masa pandemi Covid-19 ini dengan menggelorakan sektor UMKM. “Segera bangkitkan UMKM-UMKM di Surabaya, membuka lapangan pekerjaan, mengiatkan kembali berbagai sektor usaha di Kota Surabaya. Ini yang jadi prioritas,” ingat Herlina.

 

Banyak PR

Senada dengan hal itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga ‘lawan’ Eri-Armuji dalam Pilkadi Surabaya 2020 kemarin, mengingatkan agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya yang baru saja dilantik harus bisa mengatasi permasalahan warga yang hingga akhir jabatan Tri Rismaharini, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki.

Ketua Fraksi PKS Akhmad Suyanto berpesan, dengan dilantiknya walikota dan wakil walikota baru semoga PR yang belum terealisasi di kota pahlawan ini bisa diselesaikan. “Terutama persoalan ekonomi yang berimpitan dengan persoalan kesehatan di masa pandemi. Pengangguran sekarang meningkat. Jumlah penduduk miskin juga. Pemukiman kumuh masih banyak. Walikota baru mesti punya formula untuk mengatasi hal ini,” ungkap pria yang tinggal di kawasan Bulak ini.

Pada kesempatan itu Yanto juga menyebutkan bahwa sebagai kota kelas dunia, Surabaya mesti mengejar berbagai indikator kemajuan kota. “Secara fisik, bagaimana bisa terjadi pembangunan berkelanjutan yang eco-friendly dan social-friendly. Secara nonfisik, bagaimana Indeks Pembangunan Manusia, Indeks Kebahagiaan, Indeks Persepsi Korupsi, bisa terus meningkat. SDG’s harus menjadi acuan bagi Kota sekelas Surabaya. Jangan sampai mundur ke belakang,” terang Yanto. Untuk itu, tambah Yanto, Fraksi PKS siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota di bawah kendali duet Eri-Armuji.

 

Wirausaha Anak Muda

Sementara, dengan dilantiknya Eri-Armuji, disambut beberapa pengusaha di Surabaya, salah satunya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surabaya. ”Kami menyambut baik dengan dilantiknya Mas Eri dan Pak Armudji. Dunia usaha siap bersinergi dalam 5 tahun ke depan,” kata Ketua Kadin Surabaya M. Ali Affandi, yang juga putra pertama dari Ketua DPD RI AA La Nyalla Mattaliti ini.

Terpisah, Ketua HIPMI Kota Surabaya, M. Luthfi, berharap, ke depan Eri-Armudji terus menggerakkan ekonomi Surabaya dengan berbasis wirausaha anak muda. ”Generasi muda di Surabaya jumlahnya banyak, anak muda ini sangat kaya akan koneksi, energi, dan waktu. Harapan HIPMI Surabaya adalah di pemerintahan kota Surabaya di bawah bapak Eri Cahyadi bisa mulai menghidupkan ekonomi kota melalui program berbasis pengusaha muda,” ujarnya.

Dia mengatakan, kewirausahaan kaum muda sangat potensial untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi. ”Jika usaha satu anak muda dapat mempekerjakan 4-5 karyawan, efek domino dari bertumbuhnya usaha-usaha anak muda tentunya akan mendongkrak ekonomi Kota Surabaya,” jelasnya. alq/rmc