Harga Swab PCR Dimainkan!

Petugas Kesehatan melakukan Tes Swab atau polymerase chain reaction (PCR) secara drive thru di Jalan Mayjend Sungkono Surabaya, Senin (18/1/2021). SP/Patrik Cahyo/Arlana Byob

 

Menguak Bisnis Tes Covid-19 Swab dan Rapid di Klinik dan RS Surabaya

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Memasuki akhir tahun 2020 lalu, sejumlah pemerintah daerah memberlakukan ketentuan khusus terkait syarat dan aturan keluar masuk wilayahnya selama masa libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Yakni adanya ketentuan untuk melampirkan tes bebas Covid-19 (negatif dari terinfeksi virus Covid-19) sebagai syarat keluar-masuk wilayah tersebut berdasarkan instruksi dari Satgas Penanganan Covid-19.

Alhasil, tes Covid-19 baik mulai rapid test, swab antigen hingga swab PCR (Polymerase Chain Reaction), menjadi buruan setiap warga Indonesia. Hal inilah yang membuat beberapa pelaku bisnis laboratorium kesehatan (labkes) mengambil celah untuk mengeruk keuntungan dengan bisnis tes Covid-19. Apalagi, untuk sekali tes, saat ini, sejak Agustus tahun 2020, harga tes Covid-19 sudah diberi batasan limit tertinggi oleh pemerintah melalui Surat Edaran Kementerian Kesehatan.

Akan tetapi, kini persaingan bisnis untuk melakukan tes Covid-19 di Surabaya pun semakin beragam dan bersaing ketat.

Dari penelusuran tim Surabaya Pagi, dalam seminggu terakhir, sejak Senin (11/1/2021) hingga Selasa (19/1/2021), antara di Rumah sakit, klinik dan laboratorium kesehatan (labkes) , cukup beragam dengan memberikan paket-paket tes Covid-19. Bahkan, kini beberapa klinik dan labkes  juga jemput bola dengan memberikan pelayanan Home Service tes Covid-19 di rumah masing-masing.

 

Jemput Bola Tes Swab

Seperti yang dialami oleh salah satu pengacara senior asal Sidoarjo, yang tinggal kawasan Surabaya Selatan ini. Dia menceritakan, beberapa klinik dan labkes berlomba-lomba untuk memberikan layanan Home Service. Layanan home service ini diberikan untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi pasien.

“Saya pesan tes Swab Antigen lengkap di salah satu klinik di Sidoarjo, untuk datang ke rumah. Bisa dilayani. Bahkan, mereka datang lengkap dengan pakaian APD lengkap,” cerita pengacara senior kepada Surabaya Pagi, Senin (18/1/2021) yang diminta namanya tidak dikorankan.

Layanan ini pun ada biaya tambahan berupa APD dan biaya transportasi, diluar biaya tes Covid-19 Swab Antigen tersebut. Dari biaya yang dibebankan klinik labkes tersebut, tambah sumber pengacara senior ini, untuk Swab Antigen per orangnya, dikenakan biaya Rp 275 ribu. Sedangkan, biaya APD dikenakan biaya Rp 500 ribu dan biaya transport menggunakan kendaraan roda empat Rp 150 ribu.

Dari tes Covid-19 jenis Swab Antigen oleh keluarga pengacara senior itu, berjumlah empat orang, telah menghabiskan sekitar Rp 2,250,000 untuk sekali tes Covid-19. “Yah habisnya Rp 2 jutaan lebih. Saat itu petugasnya ada dua orang yang datang ke rumah. Semuanya pakai APD lengkap. Dipakai saat tiba dirumah, sebelum masuk ke ruangan. Tetapi biasanya mereka meminta di ruangan terbuka yang cukup lapang,” tegas pria yang sudah 30 tahun lebih menjadi advokat.

 

Lebih Aman

Sama halnya juga diungkapkan oleh pengusaha ekspor impor, yang meminta namanya tidak dikorankan, memberikan testimoni kalau melakukan tes Covid-19 berupa Swab PCR lengkap home service mencapai Rp 16 juta lebih.

Biaya tes Covid-19 yang mencapai Rp 16 juta itu, dilakukan untuk satu keluarganya, yang berjumlah 6 orang. “Kita panggil layanan di salah satu klinik. Saya minta datang ke rumah, dan disanggupi. Total habis Rp 16 jutaan. Hasil  swab bisa jadi keesokan harinya,” jelasnya, saat ditemui di salah satu lounge hotel bintang lima di kawasan Basuki Rachmat Surabaya, Sabtu (16/1/2021).

Dia menceritakan, lebih nyaman dan aman melakukan tes Covid-19 di rumah dengan memanggil petugas kesehatan ketimbang harus antri. Meskipun, tambahnya, kini juga ada layanan Swab Drive Thru di beberapa rumah sakit dan klinik Surabaya yang melayani.

“Lebih aman saja. Karena enak khan, satu keluarga, bisa dikumpulkan semua. Gak perlu keluar-keluar rumah. Petugasnya juga pakai APD lengkap saat ambil sampel. Paling kita hanya tambah duit saja. Karena kesehatan itu juga gak murah juga,” tegasnya.

Pasalnya, tambah pengusaha ekspor impor itu, dirinya memiliki sahabat yang pernah terpapar Covid-19 dan harus dirawat di Rumah Sakit rujukan kelas premium di Surabaya Barat dengan tagihan mencapai Rp 500 juta lebih. “Makanya, mereka juga mau jemput bola datang ke rumah untuk tes. Kita ambil itu,” lanjutnya.

 

Bisnis Menggiurkan

Tak heran, dengan masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia. Dan virus Corona belum bisa diredam, sampai tuntasnya program vaksinasi pemerintah Indonesia. Bisnis tes Covid-19 masih cukup menggiurkan.

Seperti yang diungkapkan oleh Utami, salah satu pemilik Klinik Jenggolo Sidoarjo, bahwa selama Covid-19 masih ada di dunia, tes Covid-19 masih akan dibutuhkan dan dicari. “Selama virus Corona ini masih belum hilang. Tes Covid-19 ini selalu akan dibutuhkan. Baik itu rapid test, swab antigen atau Swab PCR,” jelas Utami, yang dihubungi Surabaya Pagi, Senin (18/1/2021).

Menurut Utami, tes Covid-19 sendiri juga sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Apalagi juga didukung dengan adanya kebijakan di setiap layanan transportasi perhubungan di Indonesia. “Yang paling banyak dicari orang sekarang swab antigen. Dulu rapid tes. Nanti kedepan, bisa-bisa mungkin apalagi. Atau PCR,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan General Manager Trisensa Diagnostic Center Surabaya Dr. dr. Herni Suprati, M.Kes. Ia menjelaskan, saat ini yang paling banyak dicari orang juga Swab Antigen.

"Yang antigen paling banyak dicari. Harganya juga tak terlalu mahal, Rp 250 ribu," kata General Manager Trisensa Diagnostic Center Surabaya Dr. dr. Herni Suprati, M.Kes

Herni juga membeberkan, di Trisensa Diagnostic Center Surabaya menerapkan harga yang bervariatif. Ada empat layanan tes covid-19 yang disediakan klinik Trisensa Diagnostic Centre diantaranya adalah rapid swab antigen, Serology antibodi SARS-CoV-2, Serology igG igM, dan PCR test Covid-19.

Untuk harganya pun beragam. Harga swab antigen sebesar Rp.310 ribu, Antibodi SARS-CoV-2 dengan harga Rp.120 ribu, Serology igG igM sebesar Rp.250 ribu dan PCR swab sebesar Rp.900 ribu.

Meski begitu, tambah Herni, hasil tes Covid-19 ini merupakan sarana atau media untuk mendeteksi seseorang adanya virus di tubuh seseorang. Pasalnya, hasil tes negatif pada saat swab hanya menunjukan bahwa tidak didapatkan virus di tubuh seseorang. "Saat keluar melakukan perjalanan, orang tersebut tetap berisiko ketularan," kata Dr. dr. Herni Suprati, M.Kes kepada Surabaya Pagi, Selasa (19/01/2021).

Kini, yang perlu diperhatikan kata Herni adalah protokol kesehatan, khususnya dengan memaksimalkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Selain ia juga berharap program vaksinasi dari pemerintah.

"Selalu menjaga jarak aman minimal 2 meter. Karena virus yang dibawa oleh manusia tidak bisa melompat dengan sendirinya ke orang lain," ucapnya

 

Harga Tes Covid-19 Bervariasi

Sedangkan, dari penelusuran tim Surabaya Pagi sendiri, untuk di Surabaya sendiri, harga tes covid-19 baik swab maupun rapid sangat bervariatif baik di klinik maupun di rumah sakit.

Klinik Pratama Mitra Medicare misalnya. Untuk rapid tes biasa, masyarakat harus membayar Rp.150 ribu dan untuk rapid tes serologi dipatok harga Rp.175 ribu. Untuk harga Swab pun berbeda. Bila menginkan swab antigen maka ia harus membayar kurang lebih Rp.300 ribu dan untuk PCR sebesar Rp. 880 ribu.

"Kalau mau H+1 hasilnya keluar itu 1,1 juta mas, mahal. Tapi kalau mau normal H+2 hasilnya keluar ya 880 ribu," kata salah satu Petugas loket Klinik Pratama Mitra Medicare kepada Surabaya Pagi, Selasa (19/01/2021).

Sedangkan, di RS Premier sendiri untuk swab test ada dua tipe, yakni Swab PCR 2 Parameter dan Swab PCR 4 Paramater.  Untuk Swab PCR 2 Parameter, dipatok harga Rp 900 ribu, sedangkan Swab PCR 4 Parameter mencapai Rp 1,5 juta.

Sedangkan, bila hasil Swab 4 Parameter selesai dalam sehari, biayanya pun juga berbeda. Yakni Rp 3 juta dan bila hasil hanya selesai dalam 3-6 jam, biayanya mencapai Rp 3,560,000.

 

Terpaksa Tes Karena Aturan

Sementara itu salah satu warga Surabaya, Putri Andini (bukan nama sebenarnya) saat ditemui Surabaya Pagi, Selasa (19/1/2021), sedang melakukan swab PCR di Klinik Pratama Mitra Medicare Surabaya. Wirausaha ini mengaku keberatan dengan aturan tersebut.

Putri mengaku percaya akan adanya virus covid-19. Namun semakin hari ia hanya menduga tes bebas covid-19 sebagai syarat untuk perjalanan hanyalah akal-akalan kapitalis. "Ya benar mas hanya jadi lahan bisnis saja, ini untung karena aturan kalau gak ya gak akan tes saya mas," kata Putri Andini.

Warga lainnya seperti TA juga mengaku hal yang serupa. Menurutnya ia terpaksa melakukan tes karena ingin berangkat ke Sulawesi. "Saya dapat tugas ke Sulawesi jadi ya terpaksa tes mas," katanya. Tim Surabaya Pagi