Hari Terakhir Peniadaan Mudik, Pelabuhan Tanjung Perak Masih Sepi

Suasana Pelabuhan Tanjung Perak yang sepi selama larangan mudik berlangsung. SP/ Sem

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Memasuki hari terakhir peniadaan mudik Lebaran Idul Fitri tahun 2021, aktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak masih terpantau sepi.

Tak ada satu pun kapal penumpang yang sandar di dermaga terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak. Kendati begitu ada beberapa stan makanan di ruang tunggu sementara terminal GSN yang sudah buka. 

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkatan Laut (Kabid Lala) Kantor Otoritas Pelabuhan (KOP) Tanjung Perak, Nanang Afandi saat ditemui di ruangannya menjelaskan, selama larangan mudik berlangsung, beberapa kapal laut seperti kapal ro-ro masih melayani penumpang. Meski begitu, jumlah penumpang masih sangat terbatas.

Menurut Nanang, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021, tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah, terdapat aturan yang mengecualikan kapal barang dapat beroperasi.

Salah satu poin dalam aturan tersebut, memperbolehkan kendaraan pelayanan distribusi logistik baik melalui moda transportasi darat, udara maupun laut untuk tetap beroperasi.

"Selain ABK itu pasti penumpang. Beberapa kapal ro-ro yang mengangkut logistik, yang mengangkut truk-truk itu kan ada sopir dan kernetnya. Itu kita kategorikan ke penumpang," kata Nanang Afandi kepada Surabaya Pagi, Senin (17/05/2021).

Dari data KOP, sejak hari pertama larangan mudik, 6 Mei 2021 hingga 9 Mei 2021, terdapat kurang lebih 955 penumpang. Secara rinci, pada 6 Mei jumlah penumpang sebanyak 245 orang, 7 Mei sebanyak 473 orang, 8 Mei 237 orang dan 9 Mei 298 orang.

"Tapi penumpang ini bukan penumpang mudik, mereka adalah sopir dan kernet kendaraan atau truk yang menganggut logistik," jelas Nanang.

Sementara ditanggal 10 Mei dan 12 Mei 2021, ada beberapa penumpang kapal yang berpergian menggunakan surat perjalanan. Jumlahnya adalah 8 orang. 

"Ada 3 orang ditanggal 10 Mei dan 5 orang ditanggal 12 Mei. Ada bapak yang anaknya sakit di Kalimantan, dia sendirian berangkat ke sana dengan surat perjalanan dari kelurahan," katanya.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, kapal akan mulai beroperasi terhitung sejak 18 Mei 2021 besok. Meski begitu, pihaknya terus melakukan pengetatan mudik sesuai dengan adendum dari pemerintah pusat.

"Kita akan terus memantau dan mengupayakan agar aturan khususnya protokol kesehatan tetap terjaga. Karena kemungkinan arus balik pasca larangan mudik ini akan cukup besar," ucapnya. Sem