Harta Jokowi, dari Rp 9,5 M, Menjadi Rp 29,4 Miliar

Presiden Joko Widodo

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Joko Widodo lahir di Rumah Sakit Minulyo pada tanggal 21 Juni 1961. Jokowi mempunyai ayah yang bernama Noto Mihardjo dan Ibu yang bernama Sujiatmi. Jokowi merupakan anak pertama atau sulung dan mempunyai tiga orang adik perempuan, yaitu Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati.

Ayah Jokowi bekerja sebagai penjual kayu dan bambu di sekitar bantaran kali Karanganyar, Solo sehingga bisa dikatakan kehidupan Jokowi itu jauh sekali dari kata mewah.

Setelah lulus kuliah, Jokowi lantas memilih sebagai pengusaha meubel, yang dia istilahkan sebagai "tukang kayu".

Pilihan ini tidak terlepas dari aktivitas keluarga besarnya -- dari garis ayah dan ibunya -- yang sejak awal menggeluti dunia perkayuan.

Itulah sebabnya, dia kemudian memilih kuliah di Fakultas Kehutanan, UGM, jurusan Industri Perkayuan.

Lebih dari 20 tahun malang-melintang berkecimpung di bisnis meubel kayu itu, lelaki berperawakan ramping ini tidak pernah membayangkan menjadi walikota.

 

Semula Rp 9,5 M

Berdasarkan pengumuman LHKPN dari KPK, harta Jokowi ketika menjabat walikota Solo sebesar Rp9,5miliar dan US$25.067.

Dari laporan yang diterima 2005, kekayaan Jokowi paling banyak diinvestasikan pada harta tidak bergerak (tanah dan bangunan) sebesar Rp7,5miliar. Sisanya harta Jokowi pada kendaraan dan benda bergerak lainnya.

Harta kekayaan Jokowi kemudian melejit dua kali lipat pada 2010 menjadi Rp18,4 miliar dan US$9.483. Kekayaan Jokowi saat itu paling banyak berasal dari aset kepemilikan tanah dan bangunan sebesar Rp15,69 miliar.

Di tahun yang sama, nilai usaha yang dijalankan Jokowi meningkat menjadi Rp1 miliar dari sebelumnya Rp594 juta.

Lalu, saat mencalonkan diri sebagai Presiden RI pada 2014, harta Jokowi terus bertambah menjadi Rp30 miliar dan US$30.000. Harta kekayaan Jokowi paling banyak masih berasal dari tanah dan bangunan yang nilainya meningkat menjadi Rp29,4 miliar.

Perbedaan mencolok dari laporan harta kekayaan Jokowi, pada 2005 dan 2010 mantan walikota Solo itu menyatakan tidak punya utang. Baru pada 2014 Jokowi memiliki utang sebesar Rp1,8 miliar. Jumlah utang itu turun dalam LHKPN terbaru yang dilaporkan 2018, menjadi Rp1,1 miliar.

Pada LHKPN 2018 pula, harta kekayaan Jokowi meningkat menjadi Rp50,24 miliar.

Seperti laporan-laporan sebelumnya kekayaan terbesar mantan gubernur DKI Jakarta itu berasal dari harta tanah dan bangunan sebesar Rp42,88 miliar. n jk,02, erc