Kapolres Blitar Dukung Ajakan Kapolri

HIPMI Kawal Kebijakan Pemerintah dalam Upaya Pertumbuhan Ekonomi dalam Negeri

Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom S.IK saat Pers Release di ruang Humas Polres Blitar. SP/Hadi Lestariono

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Hal itu diungkapkan Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom S.IK pada wartawan pada Jumat (18/3) siang usainya Pers Release di ruang Humas Polres Blitar.

"Bapak Kapolri menyatakan hal tersebut dalam Forum Bisnis Sidang Pleno Hipmi di hotel Trans Resort Bali yang bertemakan Kolaborasi Pengusaha Muda dalam mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi." Papar AKBP Adhitya pada Wartawan.

Lebih jauh Adhitya menguraikan dengan menyitir pelaporan Jenderal Polisi Sigit kepada Presiden Jokowi, bahwa kader Hipmi pasti bisa seperti membalik sebuah tantangan menjadi sebuah peluang dan membalikan bencana Pandemi Covid-19 menjadi sebuah kebangkitan Ekonomi kita, dan saat ini pemerintah melakukan berbagai macam program pemulihan Ekonomi. AKBP Adhitya lebih jelas menyampaikan pidatonya Kapolri dalam Sidang Pleno Hipmi di Bali Jumat (18/3) pagi seperti berikut. 

"Kemudian ini menjadi tantangan kita untuk sama-sama mencapai target pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2022. Memang betul-betul harus kita jaga agar terus bisa tumbuh di atas angka lima persen. Karena menjadi syarat kita, bisa terlepas dari yang biasa disebut Middle Income Trap," kata Kapolri Jendral Listiyo Sigit Prabowo.

Jendral Sigit menyebut Hipmi berperan dalamnya berbagai hal untuk dukung program-program tersebut, mulai dari sosialisasi, cara mengembangkan UMKM, e-commerce, penyaluran KUR, FGD, serta talkshow untuk melahirkan pengusaha baru.

Mantan Kabareskrim Polri ini juga menuturkan perkembangan lingkungan global yang memberikan dampak terhadap Indonesia.

Kapolri juga minta Hipmi Kawal Semua Kebijakan Ekonomi di Masa Pandemi.

"Tentunya kerja keras seluruh stakeholder, termasuk di dalamnya rekan-rekan Hipmi. Dan ini semuanya penting untuk mendukung agar di tengah pandemi COVID-19, ekonomi bisa bertumbuh. Karena kuncinya memang negara mana yang bisa mengendalikan laju COVID-19, maka dialah yang menjadi pemenang dan itu yang sekarang terus kita laksanakan," ungkap Sigit.

Mantan Kadiv Propam Polri ini juga bicara soal upaya pemerintah melakukan transformasi ekonomi dengan konsep Green dan Blue Economy. Menurutnya, hal itu untuk menjadikannya sumber kekuatan perekonomian yang baru.

"Saya kira ini memang komitmen yang harus dilakukan untuk menjaga bumi, alam dan masa depan generasi akan datang. Tolong hindari hal-hal yang bisa berdampak kerusakan lingkungan. Hindari kawasan hutan lindung untuk masa depan kita," kata dia.

Tak hanya itu, Sigit menyebut, dalam semangat transformasi Presisi, Polri akan berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal iklim usaha dan investasi yang kondusif. Hal itu tertuang dalam transformasi operasional dalam program kedelapan yakni pemulihan ekonomi nasional.

"Terkait dengan kebijakan iklim investasi kami dari Polri telah membuat program Polri Presisi. Saya masukan di dalam program dan kegiatan aksi kita. Tidak usah khawatir kita pasti mendukung mengawal rekan-rekan yg memang memiliki jiwa entrepreneur dan kreativitas. Kami sudah sampaikan anggota terhadap kegiatan usaha tolong dikawal. Kalau kurang izin lakukan pendampingan," tegas Sigit.

Sigit memaparkan komitmen iklim investasi dan usaha yang kondusif, Polri telah membentuk Satgas Mafia Tanah, Satgas Penanganan Konflik Sosial, Satgas Waspada Investasi, Satgas PEN, dan lainnya.

"Namun itu semua tentunya saya harapkan juga, agar program saya bisa berjalan bagaimana kita masuk dan lakukan pendampingan. Sehingga rekan-rekan semua bisa melaksanakan usahanya sesuai apa yang rekan-rekan harapkan tanpa takut memiliki masalah hukum. Saya juga titip pesan mari kita menciptakan iklim usaha yang baik," papar Sigit.

Tak lupa, Sigit juga menyinggung soal bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia. Sebab itu, Sigit juga mengajak Hipmi untuk mewujudkan SDM yang unggul. Dengan begitu, dikatakan Sigit, di tahun 2045 terwujud Indonesia tangguh, Indonesia Tumbuh dan Indonesia emas.

"Ini harus kita lakukan agar mewujudkan Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dan Indonesia emas di tahun 2045. Saya mengingatkan moto Hipmi jadilah pengusaha pejuang, pejuang pengusaha. Jadilah pengusaha nasional yang tak hanya tangguh di dalam negeri, tapi tangguh di kawasan global, dengan tetap memiliki wawasan kebangsaan," tutup Sigit seperti yang disampaikan Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom S.IK pada Wartawan di ruang Humas. Les