Hobi Dagang Sejak SD, Kini Sukses Rintis Berbagai Usaha

Bayu Reksa Nugraha dengan produk Banana Crispy miliknya. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bayu Reksa Nugraha yang sejak dulu memiliki hobi memancing dan menyanyi. Sejak bergabung sebagai karyawan di perusahaan orang tua, perubahan besar terjadi dalam hidup Bayu, ia mengaku. Bekerja membuatnya harus selalu mengasah otak, menemukan inovasi dan berfikir kreatif. Apalagi ia kemudian ditempatkan menjadi kepala bidang marketing. Hal itu meyakinkan dirinya bahwa semua orang memiliki kesempatan untuk sukses.

Sejak SD orangtuanya selalu mengajarinya hidup hemat walau terkadang menurutnya teramat pelit. Untuk jajan disekolah ia harus benar-benar menahan diri, karena jatah uang yang ada harus cukup seminggu. Namun kerasnya didikan ortu Bayu ini ada manfaatnya. Sejak saat itu ia berfikir untuk bisa mendapatkan uang tambahan jajan sendiri.

Tak hanya itu, ia juga berjualan kertas mewarnai dan gambar tempel. Ia jadi senang menikmati jerih payahnya sendiri. Sealin itu, uang sakunya dibelikan jambu tetangga dan dijual lagi di sekolah. Dari situ ia mendapat laba untuk tambahan uang saku.

Orang tua Bayu adalah usahawan di bidang jasa pendidikan dengan nama Ganesha Group. Setiap hari sepulang sekolah ia membantu orangtuanya di kantor Ganesha sekaligus belajar. “Lama-lama sayapun resmi menjadi karyawan di kantor ayah saya sendiri,” ujarnya.

Perusahaan orangtuanya telah bergerak maju menjadi kursus mengemudi mobil, komputer, bahasa Inggris, serta Ganesha College yang menjalankan program setara diploma. Kali ini Bayu ditempatkan sebagai Customer Service merangkap bagian marketing.

Dagangannya laris manis di kantin kantor. Ia kemudian membuat gerobak kayu untuk berjualan Banana Crispi di depan kantor dan laris manis juga. Tanpa harus mengganggu jam kerjanya di kantor, Bayu terus mengembangkan usahanya dengan mengikuti pameran demi pameran.

Dagangannya pun terus laris manis. Dari situlah, tiap keuntungannya selalu disisihkan utuk membuat gerobak baru dan seterusnya. Bayu menarik kesimpulan bahwa berbisnis tak harus modal besar.

Bayu juga menerapkan kemitraan dengan cara bagi hasil. Dalam waktu empat bulan ia sudah memiliki 9 outlet ditambah diversifikasi lainnya seperti batagor Bandung, bubur ayam Bandung dan kantin di Kampus Ganesha.

Selain mengelola perusahaan keluarga, Bayu juga merintis usaha pribadinya. Namanya Rexa Group yang bidang usaha awalnya adalah perkantinan seperti yang sudah dijabarkan dimuka. Rexa Group kemudian berubah nama menjadi Reksa Group dimana bidang usahanya sudah menyebar menjadi usaha general kontraktor, supplier, trading dan distributor, reksa food yang terdiri dari banana crispy, Rumah Makan Bandung Mang Kasep, Icon Cafe, Bakmie Tasik. Dsy18