Ibu dan Anak di Tulungagung Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Pemakaman pasien Covid-19 di Pagerwojo Kabupaten Tulungagung. SP/ JT

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Wabah Covid-19 telah merenggut nyawa dua orang dalam satu keluarga, yakni seorang ibu berinisial RM dan anaknya LF yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 di wilayah Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung di hari yang sama. Kedua jenazah tersebut dimakamkan di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo dengan protokol Covid-19, Minggu (3/1/2021).

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung belum menyampaikan untuk dua pasien yang meninggal di Pagerwojo yakni RM dan LFtersebut. Namun, Kapolsek Pagerwojo AKP Heru Suryono membenarkan jika pihaknya melakukan kegiatan pengamanan kegiatan pemakaman pasien Covid-19 atas nama RM dan RF.

"Jenazah awalnya sakit tipes dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Setelah dirawat 1 minggu dan dilakukan swab ketiga baru dinyatakan positif Covid-19, dan pada hari Jumat tanggal 1 Januari 2021 dipindahkan ke RS Dr. Iskak Tulungagung," kata Heru.

Jenazah telah sampai pada pukul 16.20 WIB di rumah duka. Lalu di salatkan dalam kondisi jenazah di dalam mobil dan di jalan raya.

"Setelah dimakamkan, relawan desa melakukan penyemprotan disinfektan di depan rumah korban serta lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Sedangkan menurut Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nuswantoro, update kasus Covid-19 di Tulungagung per tanggal 2 Januari 2021, ada laporan penambahan 21 kasus dan dua orang tercatat juga meninggal di hari sebelumnya di Kecamatan Boyolangu. Untuk dua orang meninggal dari Boyolangu berinitial SAR masuk RSUD dr. Iskak tanggal 31 Desember 2020 dengan gejala nyeri perut disertai kembung, dan memiliki riwayat penyakit dalam.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan swab, SAR terkonfirmasi Covid-19. Setelah dilakukan perawatam SAR akhirnya meninggal dunia," katanya.

Tidak hanya itu, riwayat pasien meninggal lainnya adalah berinitial HAR yang masuk RSUD dr Iskak Tulungagung tanggal 30 Desember 2020 dengan gejala sesak, batuk, demam selama 3 hari dan memiliki riwayat penyakit dalam hipertensi.

"Kasus penularan di Kabupaten Tulungagung pada saat ini sudah merambah pada penularan dalam keluarga yang bisa dimungkinkan terbentuknya risiko kluster keluarga. Ketaatan dalam melaksanakan protokol kesehatan masih menjadi kunci awal pencegahan Covid-19 agar tidak meluas," tutupnya. Dsy11