IGD Penuh dan 50 Nakes terpapar Covid, RSI Jemursari 'Tumbang'

Kondisi depan pintu IGD RSI Jemursari. SP/ANGGADIA MUHAMMAD 

SURABAYAPAGI, Surabaya - Satu lagi Rumah Sakit yang tumbang karena pandemi Covid 19. Setelah sebelumnya William Booth dan RKZ Surabaya, sekarang Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari, Surabaya, terpaksa me-lockdown sementara layanan IGDnya, lantaran penuh dengan pasien Covid-19. Kondisi tersebut diperparah dengan 50 tenaga kesehatan yang juga terkonfirmasi positif Covid-19. 

Dirut RSI Jemursari dr Bangun Trapsila Purwaka menjelaskan, saat ini sebanyak 15 bed di IGDnya telah penuh ditempati pasien Covid-19. 

"Betul [IGD lockdown]. Karena di dalam penuh, IGD ada 15 yang belum dapat tempat tidur, kasian pasien juga kasihan pegawai kami di sana," kata dokter Bangun, Sabtu (3/7). 

Para pasien itu mengantri untuk memperoleh ruang isolasi dan ICU, yang saat ini kondisinya juga tengah penuh. Dokter Bangun menjelaskan bahwa pasien terpaksa harus menunggu berhari-hari di IGD. Naasnya, beberapa pasien harus meninggal di ruang IGD. 

"Iya ada yang beberapa hari menunggu, dua hari, karena sekarang ini tempat tidur [isolasi] itu tunggu pasien pulang atau berpulang. Kalau nggak pulang ya meninggal," ucapnya. 

Bahkan kata Bangun, sebanyak 50 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan dokter tengah terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka saat ini sedang dirawat di sejumlah rumah sakit di Surabaya.

 "Kebetulan nakes kami 50 orang positif, sehingga tenaga kami sudah habis-habisan ini," ucap dia. 

Banyaknya nakes yang terpapar, membuat pelayanan RSI Jemursari juga terganggu. Padahal seluruh kapasitas 140 bed isolasi dan ICU telah penuh. Termasuk juga bed isolasi untuk pasien anak-anak. 

"Sudah penuh 100 persen. 140 bed," ucapnya. 

Ia mengatakan, seiring ditutupnya IGD, pihaknya akan melakukan penyesuaian dan mengatur ulang alur keluar masuk pasien di ruang isolasi. Juga menambah jumlah nakes dengan membuka perekrutan. 

"Tiga hari saja beri kami kesempatan untuk menata sistem di dalam, sehingga nanti Selasa (7/7) kami bisa running," kata dia. 

Dalam pantauan Surabaya Pagi di lokasi, pintu IGD RSI Jemursari telah ditutup. Tulisan pengumuman tertempel. Sejumlah petugas berjaga di depan. Tiap ada orang yang datang, mereka mencoba menjelaskan kondisi bahwa IGD sudah tak bisa lagi menampung pasien. 

"Mohon maaf ya, pak, kami sudah lockdown, sudah tidak memungkinkan lagi kondisi di dalam," kata salah satu nakes kepada orang yang datang. (ang)