Imbas Kasus Covid Bangkalan Meningkat, Jembatan Suramadu Disekat

Para petugas sedang melakukan cek surat -surat di perbatasan jembatan Suramadu. SP/Anggadia Muhammad

SURABAYAPAGI, Surabaya - Sebagai langkah antisipasi penyebaran pandemi Covid 19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang mengalami lonjakan. Tes swab antigen dadakan dilakukan kepada pengendara roda dua dan roda empat di pintu keluar Jembatan Surabaya, arah Kota Surabaya, pada Minggu (6/6). 

Terpantau, para pengendara kaget jika swab itu dilakukan dengan tiba-tiba. Sebelum di tes, petugas terlebih meminta mereka untuk menunjukkan KTP masing-masing.  

Penyekatan ini dimulai sejak pukul 10.00 WIB, tadi. Petugas terlebih dahulu akan mengecek kelengkapan pengendara, seperti KTP hingga surat bebas Covid-19.

Jika, pengendara asal Madura itu tak memiliki surat bebas Covid-19, maka yang bersangkutan diwajibkan menjalani tes swab antigen di lokasi penyekatan. 

Tampak juga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Kapolres Tanjung Perak terlihat sibuk memberikan penyuluhan kepada pengendara. Selain itu, keduanya juga fokus mengatur arus kendaraan.

"Ayo pak di swab dulu," kata Eri kepada seorang pengendara, Minggu (6/6). 

Selain itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan penyekatan ini merupakan langkah antisipatif dari kepolisian dan pemerintah kota setempat menanggapi melonjaknya angka kasus Covid 19 di Bangkalan. 

"Karena ada peningkatan kasus positif di Madura, kami melakukan swab antigen di Suramadu, yang arah Madura. Bersama Pak Wali Kota Surabaya juga," kata AKBP Ganis Setyaningrum,

Selain itu, Herlin Ferliana selaku Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur mengkonfirmasi bahwa Herlin membenarkan bahwa RSUD di Bangkalan menutup sementara layanan IGDnya.

Hal itu lantaran ada sejumlah tenaga kesehatannya yang bertugas menangani pasien Covid-19 dinyatakan positif corona. Salah seorang dokter bahkan telah dilaporkan meninggal dunia.

"Di Bangkalan, terjadi peningkatan kasus, dan benar, direktur RSnya [mengatakan] karena ada yang dokter spesialis radiology yang meninggal, lalu ada beberapa nakes juga terkonfirmasi positif, sehingga mereka mulai hari ini menutup IGDnya," ujar dia.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, per 5 Juni 2021, kasus kumulatif positif Covid-19 di Jatim mencapai 156.050. Sebanyak 142.727 diantaranya dinyatakan sembuh, 1.793 masih dirawat dan 11.530 meninggal dunia. 

Sedangkan kasus kumulatif Covid-19 di Bangkalan, tercatat ada sebanyak 1.754 kasus. 1.520 dinyatakan sembuh, 178 meninggal dunia dan sebanyak 56 pasien masih dirawat. Bangkalan dalam peta risiko merupakan daerah berstatus kuning, atau zona risiko rendah. 

Meningkatnya kasus Covid-19 di Bangkalan ini, kata Herlin ditengarai karena tingginya mobilitas warga pada momen mudik Lebaran Idul Fitri. 

"Kalau kami lacak, kedatangan mudik ini, kelihatannya mudik dari provinsi lain yang masuk ini berarti ada yang tidak terdeteksi, nggak ada gejala, lalu belum bisa terdeteksi karena masih [inkubasi], tapi karena lama di daerah itu berapa hari, tidak disiplin prokes itu yang menyebabkan," ucapnya.ang