Imigrasi Perak Capai PNBP Rp 1 M dan Predikat A Kepuasan Warga

Caption: Petugas Kanim I TPI Tanjung Perak saat melaksanakan tugas .SP/SAMMY MANTOLAS

SURABAYAPAGI,Surabaya - Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak, pada bulan November 2020, mencapai Rp.1.000.000.020.900.

Menurut Kepala sub seksi Informasi dan Komunikasi Ronald Mubarak, penerimaan tersebut berasal dari beberapa bidang layanan diantaranya adalah layanan paspor dan pengajuan visa untuk orang asing (WNA).

"Ini capaian kita sepanjang bulan November, Desember 2020 ini kita upayakan untuk terus meningkat," kata Ronald Mubarok saat ditemui di kanim kelas I TPI Tanjung Perak, Senin (21/12/2020). 

Hingga saat ini pihaknya terus melakukan sejumlah inovasi guna meningkatkan PNBP. Beberapa diantaranya adalah layanan easy paspor dan paspor simpatik.

Easy paspor adalah metode layanan paspor dengan mekanisme buttom up. Masyarakat yang ingin mengajukan pembuatan paspor dapat mengumpulkan orang hingga mencapai 40 orang. Tatkala memenuhi kuota 40 orang, petugas imigrasi akan mendatangi mereka dan melakukan rekaman data.

"Inisiasi dari masyarakat. Bila sudah memenuhi syarat, petugas kita yang datang ke tempat mereka. Tapi tetap kita selalu terapkan protokol kesehatan," ujarnya

Selain PNBP, Kanim I TPI Tanjung Perak juga berhasil meraih indeks kepuasan masyarakat dengan predikat A.

"Capaian kepuasan masyarakat sangat baik, dengan angka 19,43 dari skala 20," katanya 

Angka kepuasan tersebut kata Ronald, merupakan akumulasi survey kepuasan masyarakat sepanjang bulan November. Survey tersebut dilakukan menggunakan mekanisme barcode. 

Masyarakat atau pemohon yang telah selesai melakukan pengurusan di kanim Tanjung Perak akan diarahkan oleh petugas untuk mengisi survey tersebut.

 "Jadi di survey itu ada sangat baik, baik, biasa saja atau buruk. Alhamdulillah bulan November kita dapatkan predikat sangat baik," tukasnya

 Dibandingkan dengan bulan Oktober terjadi peningkatan kepuasan masyarakat hingga mencapai angka 10%. Peningkatan ini katanya, disebabkan karena adanya layanan care atau person to person yang diterapkan oleh Kanim Tanjung Perak. 

"Jadi orang datang kita tanyakan satu per satu keperluannya apa, kalau ada berkas yang kurang lengkap akan kita bantu," katanya.sem