Impor Beras ASEAN Banjiri RI Tahun Ini: Terbesar dari Vietnam dan Thailand

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 03 Nov 2023 09:53 WIB

Impor Beras ASEAN Banjiri RI Tahun Ini: Terbesar dari Vietnam dan Thailand

i

Ilustrasi impor beras. Pekerja melakukan proses pembongkaran kapal beras impor yang baru sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia tengah gencarnya melakukan impor beras untuk mengantisipasi dampak El Nino. Alasan Indonesia mengimpor beras tahun ini dilakukan karena kemungkinan akan menghadapi el nino atau kekeringan panjang. Jadi, pasokan tersebut untuk mengantisipasi kekosongan saat musim kekeringan tersebut.

Tahun ini Indonesia telah mengimpor beras dari sejumlah negara di ASEAN. Penugasan impor tahun ini saja mencapai 3,5 juta ton, yang tetapkan awal tahun 2 juta ton dan akhir tahun 1,5 juta ton.

Baca Juga: Harga Pakan Unggas Naik, Peternak Ayam Broiler Menjerit dan Merugi

"Itu untuk cadangan Bulog, karena kemungkinan akan ada yang namanya El Nino, kering panjang, sehingga Bulog dan Badan Pangan mempersiapkan diri untuk memperkuat cadangan berasnya," kata Jokowi.

Namun, saat ini belum semuanya importasi beras itu terealisasikan atau masuk ke Indonesia. Pada awal penugasan impor, Perum Bulog sebagai BUMN yang mendapatkan penugasan meneken kontrak dengan sejumlah negara, di antaranya Thailand dan Vietnam.

Namun, India bukan negara yang menjadi eksportir beras terbesar bagi Indonesia. Perum Bulog mengatakan impor yang dilakukan Indonesia terbesar dari Vietnam dan Thailand.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengungkap pada impor beras tahap satu 2023, di mana dalam 500.000 ton yang diimpor hanya 5.000 ton dari India. 

Baca Juga: China dan India Komitmen Pasok Impor Beras ke Indonesia, Total 2,5 Juta Ton

Sementara sebagian besar dari Vietnam, Thailand, dan sebagian kecil dari Pakistan. Impor beras di tahap kedua dan ketiga, Iqbal mengatakan Indonesia tidak berkontrak dengan India.

Terbaru, Indonesia impor beras dari Kamboja sebanyak 10.000 ton. Suplai beras Kamboja didatangkan untuk penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Menurut Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi, dari pantauan Kepala NFA hari ini, terdapat total 140 kontainer yang muatannya berisikan beras 25 ton per kontainernya. 

Baca Juga: Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Warga Gunung Kidul: Indonesia Butuh Prabowo

"Kita tegaskan nomor satu prioritas kita adalah tentunya produksi dalam negeri. Tapi pada saat memang kita memerlukan tambalan stok dari pengadaan dari luar negeri, ini kita lakukan,” katanya, Jumat (03/11/2023).

Jumlah keseluruhannya pun mencapai 3.500 ton dan telah diambil sampel pengecekan oleh Badan Karantina Indonesia guna memastikan aspek keamanan dan mutu pangannya.

“Hari ini adalah hari pertama stok beras dari Kamboja masuk ke Indonesia. Targetnya ada 10.000 ton dan hari ini telah datang 3.500 ton. Selanjutnya nanti kita akan bicara lagi dengan pihak Kamboja," jelas Arief. jk-01/dsy

Editor : Desy P.

BERITA TERBARU