Impor Jatim Naik di Penutupan Tahun 2020

Data release BPS melalui zoom.SP/BPS Jatim

SURABAYAPAGI,Surabaya - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menyatakan impor Jawa Timur dari China sepanjang Desember 2020 alami kenaikan sebesar 13,80 persen dibanding bulan sebelumnya. Hal itu dipengaruhi mewabahnya virus corona (Covid-19).

Kepala BPS Jatim Dadang Hardiawan mengatakan, selama Desember  2020, impor dari China sebesar USD 2,03 Miliar lebih tinggi dibanding November 2020 yang mencatat angka USD 1,78 Miliar.

"Untuk impor Jawa Timur pada Desember 2020 mencapai 2,03 Miliar US Dollar. Ini meningkat jika dibandingkan dengan bulan November dengan angka 1,78 US Dollar," ujarnya saat memaparkan data release BPS melalui zoom. Jum’at (15/1).

Impor migas, kata dia, pada Desember 2020 Jawa Timur mencatat kenaikan sebesar 11,54 persen. Dari USD 277,98 juta pada bulan November menjadi USD 310,06 juta. Sedangkan non migas mencatat kenaikan sebesar 14,21 persen dengan angka USD 1,720,64 juta.

Impor tertinggi terjadi pada buah-buahan yang mencatat USD 65,39 juta, disusul ampas sisa industri makanan sebesar USD 43,59 juta. Kemudian besi dan baja yang mencatat USD 39,36 juta. 

"Tertinggi masih buah-buahan seperti jeruk mandarin, apel. Kemudian ampas sisa industri makanan dan disusul besi dan baja," pungkasnya. fm