Indah Kurnia Sukses Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan Sistem Pembayaran QRIS

Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia Bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Budi Hanoto saat meninjau stan UMKM di Waru, Sidoarjo Minggu (26/9/2021). Sp/Arlana

SurabayaPagi, Surabaya - Langkah Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia bersama para stake holder menggencarkan edukasi dan sosialisasi penggunaan pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) membuahkan hasil menggembirakan. 
 
Salah satunya nampak pada saat para pelaku UMKM di Jalan Nilam, Waru, Sidoarjo bersemangat memberikan berbagai pertanyaan terkait pengggunaan alat transformasi pembayaran digital tersebut. 
 
Indah Kurnia bersama Bank Indonesia kembali melakukan sosialisasi penggunaan QRIS atau QR Code kepada pelaku UMKM di Jalan Nilam, Tambakrejo, Waru, Sidoarjo. Giat tersebut juga didukung oleh Yayasan Yayuk Edi Peduli dan Tim Rumah Aspirasi Indah Kurnia. 
 
Para pelaku UMKM di kawasan ini bersemangat mengikuti pemaparan pentingnya transformasi alat pembayaran untuk segala kemudahan. 
 
Indah melihat sejak sebelum pandemi, Bank Indonesia sangat konsisten dan konsekuen dalam bidang sistem pembayaran. 
 
Karena tanpa disadari, transformasi ini merupakan kunci utama dalam keberhasilan menghadapi pandemi. 
 
"Itu sudah disiapkan BI jauh hari sebelum pandemi 7-8 tahun yang lalu. Saya ikut terlibat dari awal gerakan nasional non tunai," katanya, Minggu (26/9/2021). 
 
Indah menambahkan, Pemerintah Indonesia telah mencanangkan National Payment Gateway (NPG) seperti melalui beberapa aplikasi keuangan dengan metode QRIS. Tercatat pengguna QRIS di Indonesia telah melebihi target 12 juta merchant. 
 
"Harusnya tercapai akhir tahun, namun ini sudah mencapai 12 juta di triwulan ketiga," ujarnya.
 
Capaian itu, tambahnya, tak lepas dari upaya sosialisasi, edukasi dan literasi keuangan secara serentak dan massif. Jumlah ini kemudian menjadi indikator pertumbuhan pengguna QRIS yang baru. 
 
"Saya terima kasih kepada masyarakat karena ternyata sadar bahwa sistem pembayaran yang berdaulat itu membuat hidup kita berdaulat sekaligus mendukung Indonesia berdaulat dan berdikari di bidang ekonomi," ujarnya. 
 
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Budi Hanoto mengatakan, pengguna QRIS terbanyak di Jatim terdiri dari berbagai macam komunitas. Angkanya mencapai 1.250.000 dari target 1.450.000 pengguna. 
 
Mulai pedagang pasar tradisional, pusat perbelanjaan, komunitas, dan  pemerintah daerah. Pemerintah daerah juga telah membuka pembayaran pajak dan retribusi menggunakan QRIS. 
 
"Ini dapat terwujud dengan sosialisasi menggandeng Komisi XI untuk terus menyebarluaskan," tambahnya saat meninjau pelaksanaan sosialisasi bersama Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia. By