"Ingin Noto Ati Dulu...."

Jamaah haji berdoa saat menunaikan ibadah di Mekkah (Ilustrasi).

Cerita Pasangan Suami Istri yang Gagal Berangkat Haji Tahun ini

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Imbas dari pembatalan haji dari Indonesia oleh Kementerian Agama RI yang diumumkan Menteri Agama Yaqut Cholil Coumas, berdampak pada kekecewaan para calon jamaah haji (CJH) Indonesia yang akan berangkat tahun 2021. Salah satunya pasangan suami istri Andik Hariyadi dan istrinya yang telah siap berangkat untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima.

Namun, pasangan suami istri tersebut harus kembali bersabar lantaran pemerintah membatalkan pemberangkatan calon jemaah haji di Indonesia tahun ini. Ketika dihubungi, Andik bercerita mengenai proses awal impiannya ingin sampai Ke Masjidil Haram hingga tugasnya sebagai ketua rombongan dan pembimbing jemaah haji dari kelompok yang dibentuk oleh KBIH Muhammadiyah Surabaya. Saat mengisahkan perjuangan itu, Andik tak kuasa membendung air matanya.

"Selama 20 tahun saya menabung, saya guru swasta dengan istri saya, saya daftar sekitar 10 tahun yang lalu, saat ini saya sendiri sedang menata hati lagi untuk sabar, sebab niatan haji yang tulus ini harus tetap dijaga," tuturnya, terisak.

Yang membuatnya makin sendu, adik kandung Andik yang seharusnya berangkat haji tahun ini, telah meninggal sebelum adanya informasi pembatalan keberangkatan haji. “Sekarang saya seharusnya berangkat sama istri dan adik kandung saya tapi (adik) sudah meninggal lebih dulu sebelum ditakdirkan bisa sampai di Mekkah. Seharusnya udah bisa angkat koper tapi belum juga," pungkas dia.

Penghasilan Andik dan istri tercinta sebagai guru swasta tak seberapa. Namun, dengan semangat  Andik menabung dan mengatur pola keuangan rumah tangganya agar bisa berhaji. Keyakinan Andik dan istri pun akhirnya membuahkan hasil.

Saking semangatnya Andik dalam menjalankan ibadah haji ini, dia mengaku sampai terbawa mimpi dan membayangkan sudah berada di Makkah.

"Saya yakin sekarang sudah tercatat sebagai Haji, tapi karena belum bisa berangkat ini. Kalau bermimpi sering, bahkan tidak hanya bermimpi tapi sugesti dan pikiran ini sudah di Mekkah Mukarramah. Bahkan terasa terbayang beraktivitas di sana. Sudah di Masjidil Haram," ungkap dia.

Dalam rapat itu, Andik ingin mengajak para calon jemaah haji menata mental dan hati. Dia meyakini, niat baik untuk sampai ke Tanah Suci sudah memiliki nilai pahala di sisi Allah.

"Niatan haji ini harus mulia, kami terus mendampingi jemaah yang lainnya untuk menata hati. Karena sudah gelisah terus melihat usia yang semakin menua," papar dia. ana/cr3/rm