Ingkari Janji Bupati, Sekda Kab Sumenep ABAIKAN Motto 'Bismillah Melayani'

RB. Ainur Rahman (Biro Surabaya Pagi kab. Sumenep) saat lakukan investigasi di depan kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Tagline "Bismillah Melayani" Merupakan motto perjuangan Bupati Achmad Fauzi SH, MH dan Wakil Bupati Sumenep, Nyai Dewi Khalifah SH, MH, pada saat Pilkada dulu, dan tentu saja motto tersebut menjadi simbol bagi satuan organisasi perangkat Daerah (SOPD) di lingkungan Pemerintahan (Pemkab) Sumenep.

Namun hal ini terkesan hanya menjadi pemanis saja, melihat tatanan organisasi yang ada terkesan masih abai dan kurang memperhatikan pelayanan, baik di tingkat legislatif maupun  eksekutif.

Memang pelayanan itu sangatlah penting, jangan memandang siapa yang datang dan kepentingannya apa, kalau wartawan sudah jelas mau konfirmasi atau menyampaikan aspirasi masyarakat bawah. Tujuannya membantu menyalurkan aspirasi masyarakat kab. Sumenep melalui corong media.

Saya adalah wartawan Surabaya Pagi perwakilan Kab. Sumenep, merasa sangat kecewa kepada Sekda Kab. Sumenep Ir.Edy Rasiyadi M.Si atas sikap dan kurang fairnya kepada wartawan, meski saya tahu pak sekda terbilang sangat akrab dengan siapapun termasuk kepada wartawan, tapi jangan sampai tebang pilih.

Kedatangan saya jelas mau konfirmasi dan banyak  hal yang ingin disampaikan, pertama saya datang ke kantornya tidak ditemui, kata ajudannya Bapak sedang ada rapat dan tidak bisa diganggu, dan yang kedua saya datang pada saat jam istirahat sesuai dengan Instruksi pak Sekda, kurang lebih jam 12 kalau mau ke kantor, dan Alhamdulillah saya datang sekitar pukul 12. 43 dan ditemui staffnya, katanya Bapak masih ada tamu dan jam 13.00 pak sekda ada rapat.

"Pak Sekda masih ada tamu, nanti jam 13.00 ada rapat, kalau mau ditunggu, tunggu saja, mungkin jam 14.00 rapatnya selesai," kata salah satu stafnya, Rabu (16/06).

Saya tunggu sampai 12.50 dan menurutku masih ada waktu 10 menit untuk sekedar konfirmasi, dan ternyata tamunya pak sekda adalah wartawan dari media cetak dan online yang ada di Kab. Sumenep,  saya menunggu diruang tunggu sekda hingga pada saat giliran saya masuk, saya tidak diperkenankan masuk, dan saya disuruh balik lagi, padahal saya hanya ingin konfirmasi sebentar saja.

"Saya sudah sampaikan ke pak Sekda, kata pak Sekda jangan sekarang nanti suruh datang kembali" kata salah satu stafnya di ruang tunggu.

Padahal saya hanya minta waktu 10 menit saja, dan rapatnya juga belum dimulai, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 13.32 saat itu, jadi jelas tindakan Pak Sekda itu sudah menyia-nyiakan saya, padahal saya dan mereka yang ditemui itu sama-sama wartawan, apa bedanya.

Saya akan lakukan investigasi kedepannya terkait beberapa hal yang ada di kab. Sumenep, terutama dalam sisi pelayanan, sebab ini sangat melukai perasaan saya sebagai wartawan perwakilan daerah. AR