Ini Kampung Tangguh Bersih Narkoba Bentukan Polresta Mojokerto

Wakapolresta Mojokerto saat memasangkan rompi satgas kampung tangguh bersih narkoba. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dicanangkan sebagai Kampung Tangguh Bersih Narkoba (Kampung Tangguh Bersinar) oleh Polres Mojokerto Kota, Kamis (17/6) siang.

Kelurahan ini dijadikan percontohan kawasan permukiman yang bebas penyalahgunaan dan peredaran narkoba. 

Wakapolresta Mojokerto, Kompol Iwan Sebastian mengatakan pembentukan Kampung Tangguh Bersinar merupakan instruksi Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta. Program ini bertujuan memberantas peredaran narkoba di kalangan masyarakat.

"Peredaran barang haram ini sudah sangat meresahkan, karena disinyalir telah merambah hingga ke kampung-kampung. Parahnya, target pasarnya menjangkau kalangan muda dan pelajar," ujarnya

Tercatat data ungkap kasus yang dimiliki Satnarkoba peredaran narkoba sejak 1 Januari hingga 15 Juni 2021 mencapai 95 kasus. Sepuluh kasus peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) dan 85 kasus narkotika.

"Dari 95 ungkap kasus itu sebanyak 105 tersangka diamankan. Dengan barang bukti sabu seberat 742,41 gram, pil koplo atau double L sebanyak 209.260 butir, dan extacy berupa pil 45 butir. Sedangkan 1,26 gram extacy dalam bentuk serbuk," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Iwan, pencanangan kampung tangguh Bersinar ini dilakukan untuk mendeteksi dan memantau peredaran Narkoba yang dimungkinkan terjadi di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota.

"Diperlukan kerjasama dan partisipasi semua unsur masyarakat yang ada. Sehingga dengan adanya pembentukan Kampung Tangguh Bersih Narkoba ini diharapkan sedikit demi sedikit dapat menjadikan Kota Mojokerto bebas dari narkoba," harapnya.

Dalam kegiatan tersebut secara simbolis dilakukan pemakaian rompi satgas kampung tangguh bersih narkoba oleh Wakapolresta Mojokerto.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsih, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi dan Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto, M. Ali Imron.

Terpisah, Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsih mengatakan peredaran dan penggunaan narkoba di Kota Mojokerto masih sangat meresahkan.

"Belum genap setengah tahun jumlah tangkapan kasus narkoba di Polresta Mojokerto sudah diatas 150 orang. Angka itu termasuk tinggi menurut saya," ujarnya.

Ia menduga, pelaku yang belum tertangkap jumlahnya lebih banyak ketimbang yang sudah tertangkap.

"Yang sudah tertangkap itu tidak ada seper seratusnya, jadi masih puluhan kali lipat yang belum tertangkap," ujarnya.

Dari fakta ini, lanjut Suharsih, perlu dibentuk Kampung tangguh Bersinar. Sehingga ada upaya sinergi dan bersama-sama untuk memberantas peredaran narkoba. dwi